AVAILABLE 12 APRIL 2014 : AWIT SINAR ALAM DARAJAT TERSISA 3 FAMILY ROOM!

Karena Banyaknya Permintaan Penawaran Harga Paket Wisata terutama untuk tanggal 29-31 Maret dan 26-27 April 2014 serta yang berniat Tour di Bulan Mei / Juni agar data permintaan penawaran Paket Wisata ke Garut masuk ke antrian, kami sarankan para calon pengunjung Wisata di Garut untuk mengisi FORMULIR RESERVASI

Cara Reservasi Hotel di Garut

DEMI KEPUASAN CALON WISATAWAN KAMI TIDAK MENERIMA BOOKING DAN RESERVASI DADAKAN PADA H-1 & HARI H ! TELEPON JAM 08.00 s/d 17.00 WIB dari SENIN s/d SABTU

AGAR PARA TAMU BISA MENENTUKAN PILIHAN MENGINAP SETELAH MENDAPAT INFORMASI LENGKAP DAN DETAIL.




Saturday, 23 February 2013

Kampung Adat Dukuh Cikelet

Orang Jawa Barat pasti pernah dengar yang namanya Pemukiman_Tradisional Kampung Dukuh, apalagi kalau penduduk asli orang Garut nama kampung dukuh sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat orang Garut Jawa Barat selain Kampung Adat Pulo yang ada di Leles Garut.  

Mungkin ini yang mengilhami secara langsung atau tidak langsung lahirnya Hotel Kampung Sumber Alam, Mulih ka Desa Resto & Bungalow ataupun Kampung Sampireun Resort & SPA Garut yang konsep penginapannya Back To Nature yang asri dan alami.

Kampung Dukuh terletak di Kabupaten Garut tepatnya di Kecamatan Cikelet Garut sebelah Selatan, Kampung Dukuh ini masuk ke wilayah Desa Cijambe, Jarak Kampung Dukuh dari Desa Cijambe sekitar 1,5 KM, sedangkan kalau dari pusat kota Garut, kita harus menempuh jarak sepanjang 101 Km. 



Tapi yang enaknya menuju ke tempat wisata Kampung Dukuh bisa dilalui dengan berbagai kendaraan, mau dengan kendaraan Pribadi atau kendaraan umum tujuan Cikelet. Luas kampung Dukuh kurang lebih 1,5 Ha, yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Dukuh Dalem, Dukuh Luar dan Makan Karomah.

Kampung dukuh merupakan salah satu perkampungan tradisional atau bisa di sebut kampung adat yang masih menganut kepercayaan nenek moyang yang trus dijaga kelestariannya sampai turun temurun, karena masyarakat sekitar kampung dukuh masih mematuhi kasuaran karuhun mereka yaitu seperti tabu atau nasehat para leluhur.

Keunikan dari kampung dukuh ini adalah keseragaman struktur dan bentuk arsitektur rumah adat yang menjadi penduduk kampung dukuh itu sendiri. Rumah-rumah di kampung dukuh ada beberapa puluh rumah yang tersusun ada kemiringan tanah yang bertingkat.

Setiap tingkatan terdapat sederetan rumah yang membujur ke Barat ke Timur. Di Kampung Dukuh ini ada upacara, Upacara

ini suka disebut upacara Moros salah satu manisfestasi masyarakat Kampung Dukuh yaitu memberikan hasil pertanian seperti palawija kepada pemerinta menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.

Ciri khas dari Kampung Dukuh yang masih terus dijaga sampai saat ini tidak terpengaruhnya oleh kemajuan jaman yang semakin modern, seolah-olah tidak mengenal perkembangan ilmu dan Teknologi saat ini.

Kesenian “Terbang Sejak” Kampung Adat Dukuh Garut




Terbang Sejak merupakan kesenian karuhun yang beranggotakan beberapa orang berpakaian serba hitam (kampret) khas sunda, mereka melantunkan puji-pujian kepada Alloh SWT dengan iringan alat musik Rebana Besar (Terbang)  & Dogdog. Selain alunan puji-pujian, Terbang Sejak juga menampilkan atraksi debus. Terbang Sejak biasanya tampil pada saat perayaan Khitanan dan Pernikahan.

Saat pertama tampil, Abah Yayan sebagai pimpinan memulai dengan alunan puji-pujian dalam bahasa arab dan sunda kemudian rombongan lain mengukutinya diiringi musik rebana, lalu salah satu sesepuh menari bergerak mengelilingi area pertunjukan dan berakhir di sebuah kelapa dan bambu yang berada di tengah panggung pertunjukan. Kemudian beliau mengambil kelapa tersebut dan tangannya mulai bergetar seolah-olah sedang memberi energi ke kelapa tersebut, begitu juga dengan sepotong bambu.

Alunan puji-pujian tetap berlangsung, Abah Yayan lalu mencabut goloknya dan golok tersebut ditancapkan di kelapa tadi. Sang Sesepuh tetap menari mengelilingi kelapa, golok dan bambu. Lalu Abah Yayan mengambil goloknya kembali dan bambu tersebut beberapa kali ditebasnya, bukti bahwa golok tersebut tajam. Atraksi Debus dimulai, Abah Yayan menggesek-gesekan goloknya ke bagian kaki, tangan, perut dan wajah. Satu orang berbandan gempal ikut melakukan hal yang sama. Tidak ada luka atau bekas gesekan benda tajam sedikitpun di kulit mereka.

Yang berbandan gempal lalu menyimpan goloknya lalu dia mengambil kelapa dan dia mulai mengupas kelapa dengan mulutnya, isi kelapa pun habis dimakan beliau. Atraksi diakhiri dengan pertunjukan Bambu Gila, bambu tersebut tiba-tiba menjadi sangat berat. Seorang penonton turis mancanegara ikut mencoba menggotong bambu tersebut, turis tersebut kewalahan, wajahnya memerah kelelahan.

Pada saat Abah Yayan menutup pertunjukan, beliau menyatakan bahwa atraksi tersebut bukan merupakan atraksi sihir, tapi itu adalah atas izin Alloh SWT.
Kampung Dukuh merupakan area pedesaan dengan pola budaya yang religi yang kuat. Masyarakat di kampung dukuh mempunyai cara pandang sendiri yang berlandas pada sufisme dengan pedoman pada Mazhab Imam Syafii.

Landasan budaya tersebut berpengaruh pada bentuk fisik pedesaan dan adat istiadat masyarakat Kampung Dukuh. Kampung dukuh terkenal dengan sistemnya yang selalu menjungjung tinggi keharmonisan dan keselarasan hidup bermasyarakat, idealisme itu berpengaruh kepada bentuk bangunan di kampung dukuh yang tidak memperbolehkan penggunaan dinding dari tembok dan atap genteng serta jendela kaca.

Hal ini menjadi alasan buat mereka untuk menjaga slalu keharmonisan antar masyarakat sekitar, karena hal yang bersifat kemewahan akan mengakibatkan suatu sistem masyarakat menjadi kurang harmonis di lingkungan itu sendiri, maka dengan itu semua bangunan sama rata.

Di kampung dukuh juga tidak diperbolehkan menggunakan aliran listrik,pemasangan televisi serta Radio yang dipercaya selain mendatangkan manfaat yang banyak juga mendatangkan kemudaratan yang tinggi juga. Alat makan yang digunakan oleh masyarakat Kampung dukuh terbuat dari pepohonan seperti khalayaknya bangunan, yaitu batok kelapa dan kayu lainnya.

Hukum merupakan suatu bentuk aturan tertentu yang harus dilaksanakan, apabila dilanggar akan mendapat sangsi baik langsung maupun tidak langsung hukum mengatur segi kehidupan satu komunitas tertentu demikian begitupun dengan masyarakat kampung Dukuh pola kehidupan mereka diatur oleh hukum yang mengikat yang menimbulkan karakter masyarakat yang memegang teguh adat.

Ada beberapa aturan yang mengikat kehidupan mereka diantaranya :
  • Dilarang selonjoran kaki ke arah makam yang dianggap keramat oleh mereka
  • Dilarang berdua-duaan antara laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim
  • Dilarang makan sambil berdiri, apalagi menggunakan tangan kiri
  • Larangan khusus yaitu Pacaduan, Ada 3 Pacaduan di kampung adat ini, yakni Pacaduan Kampung (larangan yang berhubungan dengan kampung), Pacaduan Makom (larangan yang berhubungan dengan makam), dan Pacaduan Leuweung (larangan yang berhubungan dengan hutan). Larangan Kampung mengatur bentuk rumah dan isinya. Larangan Makam mengatur tata cara ziarah ke makam. Sementara Larangan Hutan mengatur pemeliharaan dan pelestarian hutan.
Material tersebut dipercaya lebih bemberikan manfaat ekonomis dan kesehatan karena bahan tersebut tidak mudah hancur dan dapat menyerap kotoran. Luas Keseluruhan kampung dukuh seluas sepuluh hektar yang terdiri dari tujuh hektar bagian kampung dukuh luar, satu hektar bagian kampung dukuh dalam dan sisanya merupakan lahan kosong atau lahan produksi.

Sumber penghidupan masyakarat kampung adat adalah dari hasil bertani dan berternak. Struktur  tanah di kampung adat dukuh miring dan berbatu. Semua bangunan menggunakan sytem panggung. Rumah hanya diperbolehkan menghadap ke barat atau ke timur. Tidak boleh menghadap ke sisi utara karena sebelah utara ada makam Syekh Abdul Jalil (pendiri Kampung Adat Dukuh). 

Untuk rumah kampung adat dalam, tidak boleh ada tembok, tidak boleh pake genteng dan tidak tidak boleh ada kaca. Beda dengan kampung adat luar. Lebih sedikit bebas, sudah ada warung, ada listrik (solar cell) agak mirip-mirip Kampoeng Baduy di Serang Provinsi Banten.

Keunikan lainnya adalah saat tidur, kaki tidak boleh membujur ke sisi utara, mandi, kencing semua harus menghadap ke barat dan tidak boleh kencing sambil berdiri alias harus jongkok.

Kehidupan masyarakat kampung Dukuh melandaskan pada sebuah falsafah yang dikenal dengan nama Elmu Dukuh. Falsafah ini merupakan warisan yang diperoleh secara turun temurun dan hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu. 

Selanjutnya Elmu Dukuh ini diturunkan lagi kedalam aturan-aturan yang mengatur bagaimana orang Dukuh harus bersikap, apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan apa-apa yang boleh atau tidak boleh digunakan.

Di dalam kampung dukuh juga terdapat area yang disebut dengan wilayah Karomah yang merupakan tempat dimana makan Syekh Abdul Jalil. Di kawasan kampung dukuh ini terdiri dari 42 Rumah dan bangunan masjid. Dengan 40 kepala keluarga serta jumlah penduduk 172 orang untuk kampung dukuh dalam, untuk kampung dukuh luar terdiri 70 kepala keluarga.

Mata pencaharian masyarakat Kampung Dukuh yang utama adalah bertani, berternak ayam, bebek, kambing, domba kerbau, memelihara ikan dan usaha penggilingan padi. Hotel di Garut memberikan rekomendasi tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata yang cukup menarik saat anda jalan-jalan ke kota Garut. 

Jangan hanya punya cerita Paket Wisata ke Puncak Darajat atau lokasi standar lainnya, begitu banyak tempat wisata menarik dan cantik serta mempunyai nilai sejarah dan histori yang tinggi di kota Garut, seperti Batu Tumpang Cikajang dan lokasi lainnya yang akan dibahas tuntas oleh tim Hoteldigarut.net.





Saat kita datang ke tempat seperti ini, kearifan lokal sangat terasa dalam menghadapi Globalisasi teknologi dan kemajuan yang luar biasa akhir-akhir ini, sama seperti di pemukiman tradisional lainnya tetua atau sesepuh serta seluruh warga kampung pasti taat pada Uga dan Hukum atau Adat Istiadat yang diberlakukan disini. 

Menuntut hak dan melaksanakan kewajiban dilaksanakan dengan lebih tertata serta teratur, mayoritas Turis Asing dan beberapa orang yang ingin menggali ilmu selain berwisata menjadikan tempat seperti ini sebagai tujuan melepas lelah dan menggali potensi diri mendekatkan diri pada Illahi dengan melebur bersama alam di Kampung yang benar-benar alami, bukan kampung buatan atau bikinan yang sudah pasti berbeda dengan Kampung Adat yang real dan original.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Who Behind on www.hoteldigarut.net

Hotel di Garut Informasi yang jujur dan objektif membahas tuntas kelebihan serta kekurangan dari setiap penginapan dan Hotel di Garut serta Villa, Resort & Rumah Sewa maupun Home Stay yang berada di Kota Garut. Kami bukan hanya memberikan informasi dan menyediakan jasa reservasi dengan harga terbaik, akan tetapi kami memposisikan diri sebagai sahabat, sobat dan sedulur para calon pelancong... Anda dapat menemukan Hotel di Garut pada Twitter, Facebook dan Google+. Anda juga dapat Menghubunginya di hoteldigarut2@gmail.com