Candi Cangkuang Leles

Garut itu sangat banyak menimpan sejarah masa lalu, baik budaya adat, dan budaya keagamaan yang sampai saat ini masih banyak di jaga kelestariannya dan keasliannya. Salah satu objek wisata budaya yang ada di kabupaten Garut adalah Candi Cangkuang, Candi Cangkuang ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles Kab. Garut.

Desa Cangkuang terletak di tengah gunung-gunung besar di Jawa Barat, yakni Gunung Haruman, Mandalawangi, Kaledong dan Gunung Guntur, ini akan menambah pemandangan yang indah saat anda berwisata ke Candi Cangkuang Leles Garut.







Di Area Candi Cangkuang, kita tidak hanya bisa berwisata ke Candi Cangkuang saja yang anda bisa nikmati, tetapi selain candi cangkuang tersebut, ada pula situ cangkuang dan kampung adat Pulo yang bisa anda kunjungi, anda akan kagum serta akan mendapatkan beberapa pengalaman sekaligus bila berwisata kesana.

Nama Cangkuang sendiri diambil dari pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang masih terdapat di sekitar kawasan tersebut Cangkuang telah dibangun pada jaman kerajaan sunda pertama yaitu Kerajaan Galuh. Didekat Situ ada makam peninggalan penganut agama Islam, yaitu Arif Muhammad.

Dia salah seorang Tentara Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah yang pergi menyerang Belanda di Batavia pada abad ke 17. Penyerangannya gagal, dia tidak kembali, tetapi dia menetap di daerah Cangkuang untuk mengajar dan menyebarkan agama Islam dari penginapan Sari Cobek (Tempat menginap yang lokasinya di sekitar Candi Cangkuang Leles Garut), tinggal menyebrang jalan anda sudah dapat memasuki gerbang Candi Cangkuang Garut.

Area Situ Cangkuang, Candi Cangkuang dan Kampung Adat Pulo bisa di lalui dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang menuju garut. Bila dari Jakarta, anda membutuhkan waktu tempuh selama kurang lebih empat jam melalui jalur Tol Cipularang. Dari Kecamatan Leles Garut insfrastruktur jalan cukup baik dan nyaman, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menuju lokasi Candi Cangkuang. Selanjutnya anda dapat menikmati sensasi naik andong hingga ke pintu masuk objek wisata candi Cangkuang.

Saat anda sampai ke lokasi, anda akan melihat Plang " SELAMAT DATANG DI CAGAR BUDAYA CANDI CANGKUANG" yang tidak terlalu besar akan menyambut kedatangan anda di area wisata Candi Cangkuang, Lahan luas pun terhampar di sekitar gerbang masuk cagar budaya candi cangkuang.

Setiap hari terutama musim liburan panjang, anda dapat meilihat kegiatan penduduk setempat yang sudah sangat sadar wisata dan menjaga kelestarian, sejak lama masyarakat sadar dengan potensi wisata alam maupun budaya yang sangat banyak. 

Anda juga dimanjakan dengan pemandangan indah, udara segar serta sejuk dan bersih. Sampai kini, pegunungan yang mengelilingi kota garut yang asri, masih menunjukan bahwa Garut masih pantas di juluki Garut Swiss Van Java.

Mencapai lokasi ketiga tempat wisata tersebut mudah dan sangat menyenangkan bagi para pengunjung. Sebelum menjamah bebatuan Candi Cangkuang yang di Pugar pada tahun 1978 itu, Wisatawan dapat menikmati indahnya Situ Cangkuang yang terbentang seluas mata memandang. Di tepian situ terlihat rakit-rakit berukuran cukup besar sedang berlabuh, atau anda juga bisa menikmati naik rakit menelusuri situ cangkuang.

Jiga anda berwisata bersama rombongan atau keluarga besar, anda dapat menikmati Situ Cangkuang tanpa harus terpisah dari rombongan atau keluarga anda, Karena rakit yang ada di situ cangkuang bisa menampung cukup banyak utuk berlabuh di atas situ cangkuang. 

Rakit yang terbuat dari bambu dan di susun rapi ini berukuran dua puluh meter persegi. Rakit hanya sebagian dinaungi atap yang terbuat dari seng. Sisanya yang tida menggunakan atap memungkinkan anda untuk leluasa menikmati pemandangan pegunungan dan hawa yang segar.





Suasana di sore hari saat mata hari terbenam, pemandangan akan lebih asik dan indah untuk dijadikan objek bagi wisatawan yang menggemari Photografi. Menyebrangi Situ Cangkuang selebar 500 meter pun akan terasa lama karena alam yang kita nikmati akan mengobati rasa lelah  anda selama anda di perjalanan menuju objek wisata ini.

Turun dari rakit, beberapa tempat duduk yang nyaman tersedia di bibir “pulau seberang”. Bekal makanan tak usah dikhawatirkan, karena di sana tersedia banyak penjual makanan instan maupun jajanan tradisional. Dijamin kenyang perut Anda, dengan harga makanan yang cukup terjangkau.

Makanan kampung seperti jagung dan ketan bakar dengan bumbu kacang pedas patut dicoba, sambil menikmati pemandangan rakit-rakit yang hilir mudik di Situ Cangkuang. Selanjutnya, siapkan diri Anda untuk memulai perjalanan sejarah yang menghadirkan romantisme peradaban Hindu.

No comments :

Post a Comment