.breadcrumbs{padding:0 5px 5px 0;margin:0 0 5px;font-size:11px;border-bottom:1px dotted #ccc;font-weight:normal}

Paket Offroad di Garut

Untuk para wisatawan yang datang dan menginap di Garut, misalnya di resort terbaik Kampung Sampireun ataupun di Kampung Sumber Alam dan Kamojang Green Resort menginginkan untuk melaksanakan wisata adventure Fun Offroad, bisa langsung menghubungi admin HDG Team.

Paket Paintball di Garut

Salah satu Outbound pilihan yang cukup populer untuk para wisatawan yang masuk ke kota Garut adalah Paket Paintball di Garut, Team Hotel di Garut mempersiapkan berbagai jenis Paket Murah Outbound di Garut.

Arung Jeram di Garut

Anda Hobi Arung Jeram ? Sering Rafting di berbagai Tempat ? Jika anda seorang 'petarung Jeram' berpengalaman, belum layak menyandang gelar 'Tukang Arung Jeram' jika belum mencoba Rafting dan jibaku di Jeram Sungai Cikandang Garut.

Paket Wisata Pantai Santolo

Paket Wisata Pantai Santolo yang merupakan salah satu pantai paling populer dan terkenal di Garut dengan ditemani Garut Tour Guide terbaik dan paling berpengalaman HDG Team Trip Planner sekalian travelling ke beberapa Pantai lainnya seperti Pantai Sayang Heulang yang lokasinya berada cukup dekat dengan pantai Santolo.

Tempat Tujuan Wisata Paling direkomendasikan

Tempat wisata di Kabupaten Garut sangat cocok untuk kita yang ingin menghabiskan masa liburan anda bersama keluarga atau teman-teman. Garut bagian dari tempat wisata yang ada di jawa barat yang indah dan mempesona.

Friday, 28 June 2013

Roadshow Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Nonton Bareng Film Inspiratif Untuk Anak di Garut

Event Nonton Bareng Film Inspiratif untuk anak SD dan SMP di GOR SAS jalan terusan pembangunan membuat tim Hotel di Garut harus menurunkan hampir semua runner, LO (Liaison officer) dan Tour Guide untuk membatu rekan Provider dari Jakarta yang akan melangsungkan event yang diikuti hampir 1700 peserta. 

Adapun film inspiratif yang diputar adalah "Surat Kecil Untuk Tuhan" yang diputar di sesi pertama untuk para tenaga didik. Film ini ditulis oleh Bebi Hasibuan yang menjadi narasumber diskusi interaktif di event tersebut. Di sesi kedua film yang diputar adalah "Pasukan Kapiten" untuk para siswa SD dan SMP, dan di sesi terakhir "Tampan Tailor" yang dibintangi oleh Vino G. Bastian menjadi santapan masyarakat umum sekaligus penutup event.

Kita bisa melihat alasan di balik film yang disajikan di setiap sesi dengan audience yg berbeda. Di sesi pertama, para tenaga didik "belajar" dari cerita film "Surat Kecil Untuk Tuhan" (based on true story) bagaimana kasih sayang orang tua memotivasi seorang anaknya yang divonis tidak bisa sembuh dari kanker jaringan lunak dan hanya menunggu waktu.

Begitu juga di sesi kedua, para siswa SD & SMP "belajar" untuk menghargai arti persahabatan dari film "Pasukan Kapiten". Di sesi terakhir masyakat umum disajikan "Tampan Tailor" yg begitu menginspirasi rakyat kecil untuk bisa bangkit dari garis kemiskinan. Walaupun di sesi akhir ini sedikit ada "kelucuan", dimana masyarakat umum yang datang dari berbagai ormas yang diundang datang berbondong-bondong.

Di saat itulah mereka berebut untuk mendaptkan tiket masuk dan ternyata setelah pembagian tiket, mereka mendapatkan amplop. Sebagian dari mereka yang tidak ada di dalam daftar hadir tamu pun geram. Ya geram karena untuk tamu yang tidak ada di daftar hadir, mereka tidak akan mendaptakan amplop.

Mungkin itu hanya bagian dari dinamika event yang punya tujuan semulia ini. Bagi sebagian mereka mungkin bersyukur bisa belajar bersama 3 film inspiratif itu, sebagian dari mereka hanya ingin dapat pengahasilan tambahan sambil senyum-senyum dan ongkang-ongkak kaki.









Kemendikbud Gelar Film Inspiratif di GOR SAS

Kemendikbud Gelar Film Inspiratif di Garut, Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud) di tahun 2013 ini menggelar "Persemaian Nilai Budaya – Nonton Bareng Film Inspiratif" di 30 kota di seluruh Indonesia . Untuk Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut menjadi titik pertama persinggahan kegiatan inspiratif tersebut.

Dalam rilis yang diterima www.hoteldigarut.net, Senin (24/6/2013), kegiatan yang bertema "Film Berkarakter, Inspirasi Kita" ini diselenggarakan pada Minggu, 23 Juni 2013 di GOR SAS Garut. Acara ini dibuka oleh Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Drs. Endjat Djaenuderadjat dan turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah SE MM.

"Program ini memang memiliki sasaran daerah – daerah yang belum memiliki sarana gedung bioskop (theater). Dari faktor inilah Kabupaten Garut terpilih menjadi salah satu titik persinggahan Kegiatan Nonton Film Inspiratif tersebut," ujar Endjat.

Sedangkan Tujuan dari Program "Persemaian Nilai Budaya – Nonton Bareng Film Inspiratif" ini, katanya, antara lain untuk memberi kesempatan bagi pelajar, tenaga pendidik dan masyarakat setempat menonton film berkualitas yang bernuansa pembangunan karakter bangsa sesuai dengan tujuan program tersebut. "Tujuannya yakni membangun karakter bangsa dengan film sebagai media internalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui penciptaan tokoh-tokoh inspiratif dan jalan cerita yang terdapat dalam film," paparnya.

Kemendikbud RI, kata Endjat, saat ini tengah giat menggalakan sosialisasi dan edukasi pengembangan nilai budaya dan pendidikan karakter bangsa yang dituangkan dalam 18 Nilai Karakter Bangsa.

Acara, ungkapnya, dibagi dalam tiga sesi yakni sesi untuk tenaga pendidik, siswa dan masyarakat umum. Pada pementasan di Garut ini dihadiri 700 guru, 700 siswa sekolah dasar dan menengah pertama serta 600 masyarakat umum. Adapun film yang diputar di Kabupaten Garut adalah "Surat Kecil Untuk Tuhan" untuk sesi guru, "Pasukan Kapiten " untuk sesi siswa dan "Tampan Tailor " yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Selain menonton film, katanya, acara ini juga dilengkapi dengan pengantar motivasi oleh praktisi pendidikan Desak Made Hughesia Dewi , SPd atau yang lebih dikenal dengan nama Dewi Hughes, serta diskusi interaktif dengan narasumber yang berasal dari industri perfilman antara lain Bebi Hasibuan (Penulis Skenario "Surat Kecil Untuk Tuhan") , Ristanto Yasin (Associate Producer "Pasukan Kapiten") dan Adrina Putri (Artis Cilik "Pasukan Kapiten"). 

Ini lah jadwal NOBAR FILM SKUT yang diadakan oleh KEMENPAREKRAF (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) pada bulan Juni 2013 :
  • 2 Juni 2013 : Buleleng - BALI
  • 5 Juni 2013 : Tangerang
  • 6 Juni 2013 : Lombok
  • 15 Juni 2013 : Kulon Progo - YOGYA
  • 15 Juni 2013 : Belu - NTB
  • 18 Juni 2013 : Brebes - Jawa Tengah
  • 23 Juni 2013 : Garut - Jawa Barat
  • 27 Juni 2013 : Cimahi - Jawa Barat
  • 29 Juni 2013 : Bengkulu Tengah
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Friday, June 28, 2013

Wednesday, 26 June 2013

Makam Keramat Godog Suci

Makan Godog Suci Garut banyak dikunjungi oleh para peziarah, obyek wisata Makam Godog Garut terletak di Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan. Adapun daya tarik yang terdapat di Makam Godog, berupa makam yang dikeramatkan  dan barang pusaka peninggalan masa lalu yang  dirawat dengan baik, seperti golok, keris dan yang lainnya. Untuk mencapai Makam Godog diperlukan waktu 40 menit  atau kira-kira 11 Km dari pusat kota Garut.

Sejarah Makam Godog di Garut (Makam Prabu Kean Santang) Garut merupakan kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Di Garut ternyata memiliki tempat wisata yang cukup indah yang nyaman untuk kamu kunjungi selain memiliki wisata alam yang sangat indah Garut juga memiliki beberap tempat wisata budaya yang merupakan peningalan sejarah pada masa lalu. Salah satunya adalah  Makam Godok</b>. Pada kesempatan kali ini saya akan menginformasikan kepada Sobat semua mengenai Sejarah dari Makam Godok tersebut.





Makam Godog adalah makam yang terletak di lereng Gunung Karacak, tepatnya di Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Makam ini dipercaya sebagai makam Prabu Kean Santang, anak Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Informasi mengenai keberadaan makam Godog sebagai makan Kean Santang terdapat dalam beberapa naskah Sunda lama. Di antaranya Babad Godog, Babad Pasundan, dan Wawacan Prabu Kean Santang Aji. Dalam naskah-naskah tersebut diceritakan bahwa Kean Santang adalah putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Setelah memeluk Islam di Mekah, namanya berubah menjadi Sunan Rahmat. Karena setelah wafat dimakamkan di Godog, tokoh ini juga disebut Sunan Godog.

Kini makam Godog banyak didatangi penziarah. Oleh sebagian orang makam ini memang sangat dikeramatkan, karena Kean Santang sering disejajarkan dengan para wali yang berjasa dalam penyebaran Islam di pulau Jawa. Mereka yang datang bukan hanya dari wilayah Tatar Sunda saja, tetapi banyak pula yang datang dari luar Jawa.

Hampir setiap waktu banyak masyarakat yang ziarah, apalagi pada bulan-bulan Maulud. Prabu Kiansantang atau Syeh Sunan Rohmat Suci adalah salah seorang putra keturunan raja Pajajaran yang bernama prabu Siliwangi dari ibunya bernama Dewi Kumala Wangi. Mempunyai dua saudara yang bernama Dewi Rara Santang dan Walang Sungsang.

Prabu Kiansantang lahir tahun 1315 Masehi di Pajajaran yang sekarang Kota Bogor. Pada usia 22 tahun tepatnya tahun 1337 masehi Prabu Kiansantang diangkat menjadi dalem Bogor ke 2 yang saat itu bertepatan dengan upacara penyerahan tongkat pusaka kerajaan dan penobatan Prabu Munding Kawati, putra Sulung Prabu Susuk Tunggal, menjadi panglima besar Pajajaran. Guna mengenang peristiwa sakral penobatan dan penyerahan tongkat pusaka Pajajaran tersebut, maka ditulislah oleh Prabu Susuk Tunggal pada sebuah batu, yang dikenal sampai sekarang dengan nama Batu Tulis Bogor.

Peristiwa itu merupakan kejadian paling istimewa di lingkungan Keraton Pajajaran dan dapat diketahui oleh kita semua sebagai pewaris sejarah bangsa khususnya di Jawa Barat. Prabu Kiansantang merupakan sinatria yang gagah perkasa, tak ada yang bisa mengalahkan kegagahannya. Sejak kecil sampai dewasa yaitu usia 33 tahun, tepatnya tahun 1348 Masehi, Prabu Kiansantang belum tahu darahnya sendiri dalam arti belum ada yang menandingi kegagahannya dan kesaktiannya disejagat pulau Jawa.

Sering dia merenung seorang diri memikirkan, "dimana ada orang gagah dan sakti yang dapat menandingi kesaktian dirinya". Akhirnya Prabu Kiansantang memohon kepada ayahnya yaitu Prabu Siliwangi supaya mencarikan seorang lawan yang dapat menandinginya. Sang ayah memanggil para ahli nujum untuk menunjukkan siapa dan dimana ada orang gagah dan sakti yang dapat menandingi Prabu Kiansantang. Namun tak seorangpun yang mampu menunjukkannya.

Tiba-tiba datang seorang kakek yang memberitahu bahwa orang yang dapat menandingi kegagahan Prabu Kiansantang itu adalah Sayyidina Ali, yang tinggal jauh di Tanah Mekah. Sebetulnya pada waktu itu Sayyidina Ali telah wafat, namun kejadian ini dipertemukan secara goib dengan kekuasaan Alloh Yang Maha Kuasa. 

Lalu orang tua itu berkata kepada Prabu Kiansantang: "Kalau memang anda mau bertemu dengan Sayyidina Ali harus melaksanakan dua syarat: Pertama, harus mujasmedi dulu di ujung kulon. Kedua, nama harus diganti menjadi Galantrang Setra (Galantrang - Berani, Setra - Bersih/ Suci). Setelah Prabu Kiansantang melaksanakan dua syarat tersebut, maka berangkatlah dia ke tanah Suci Mekah pada tahun 1348 Masehi.

Setiba di tanah Mekah beliau bertemu dengan seorang lelaki yang disebut Sayyidina Ali, namun Kiansantang tidak mengetahui bahwa laki-laki itu bernama Sayyidina Ali. Prabu Kiansantang yang namanya sudah berganti menjadi Galantrang Setra menanyakan kepada laki-laki itu: "Kenalkah dengan orang yang namanya Sayyidina Ali?" Laki-laki itu menjawab bahwa ia kenal, malah bisa mengantarkannya ke tempat Sayyidina Ali.

Sebelum berangkat laki-laki itu menancapkan dulu tongkatnya ke tanah, yang tak diketahui oleh Galantrang Setra. Setelah berjalan beberapa puluh meter, Sayyidina Ali berkata, "Wahai Galantrang Setra tongkatku ketinggalan di tempat tadi, coba tolong ambilkan dulu." Semula Galantrang Setra tidak mau, namun Sayyidina Ali mengatakan, "Kalau tidak mau ya tentu tidak akan bertemu dengan Sayyidina Ali."


Terpaksalah Galantrang Setra kembali ketempat bertemu, untuk mengambilkan tongkat. Setibanya di tempat tongkat tertancap, Galantrang Setra mencabut tongkat dengan sebelah tangan, dikira tongkat itu akan mudah lepas. Ternyata tongkat tidak bisa dicabut, malahan tidak sedikitpun berubah. Sekali lagi dia berusaha mencabutnya, tetapi tongkat itu tetap tidak berubah. Ketiga kalinya, Galantrang Setra mencabut tongkat dengan sekuat tenaga dengan disertai tenaga bathin. Tetapi dari pada kecabut, malahan kedua kaki Galantrang Setra amblas masuk ke dalam tanah, dan keluar pulalah darah dari seluruh tubuh Galantrang Setra.

Sayyidina Ali mengetahui kejadian itu, maka beliaupun datang. Setelah Sayyidina Ali tiba, tongkat itu langsung dicabut sambil mengucapkan Bismillah dan dua kalimat syahadat. Tongkatpun terangkat dan bersamaan dengan itu hilang pulalah darah dari tubuh Galantrang Setra. Galantrang Setra merasa heran kenapa darah yang keluar dari tubuh itu tiba-tiba menghilang dan kembali tubuhnya sehat.

Dalam hatinya ia bertanya. "Apakah kejadian itu karena kalimah yang diucapkan oleh orang tua itu tadi?&#8221;. Kalaulah benar, kebetulan sekali, akan kuminta ilmu kalimah itu. Tetapi laki-laki itu tidak menjawab. Alasannya, karena Galantrang Setra belum masuk Islam. Kemudian mereka berdua berangkat menuju kota Mekah. Setelah tiba di kota Mekah, dijalan ada yang bertanya kepada laki-laki itu dengan sebutan Sayyidina Ali. "Kenapa anda Ali pulang terlambat?&#8221;. Galantrang Setra kaget mendengar sebutan Ali tersebut.

Ternyata laki-laki yang baru dikenalnya tadi namanya Sayyidina Ali. Setelah Prabu Kiansantang meninggalkan kota Mekah untuk pulang ke Tanah Jawa (Pajajaran) dia terlunta-lunta tidak tahu arah tujuan, maka dia berpikir untuk kembali ke tanah Mekah lagi. Maka kembalilah Prabu Kiansantang dengan niatan akan menemui Sayyidina Ali dan bermaksud masuk agama Islam. Pada tahun 1348 Masehi Prabu Kiansantang masuk agama Islam, dia bermukim selama dua puluh hari sambil mempelajari ajaran agama Islam. Kemudian dia pulang ke tanah Jawa (Pajajaran) untuk menengok ayahnya Prabu Siliwangi dan saudara-saudaranya. 

Setibanya di Pajajaran dan bertemu dengan ayahnya, dia menceritakan pengalamannya selama bermukim di tanah Mekah serta pertemuannya dengan Sayyidina Ali. Pada akhir ceritanya dia memberitahukan dia telah masuk Islam dan berniat mengajak ayahnya untuk masuk agama Islam. Prabu Siliwangi kaget sewaktu mendengar cerita anaknya yang mengajak masuk agama Islam. 

Sang ayah tidak percaya, malahan ajakannya ditolak. Tahun 1355 Masehi Prabu Kiansantang berangkat kembali ke tanah Mekah, jabatan kedaleman untuk sementara diserahkan ke Galuh Pakuan yang pada waktu itu dalemnya dipegang oleh Prabu Anggalang. Prabu Kiansantang bermukim di tanah Mekah selama tujuh tahun dan mempelajari ajaran agama Islam secara khusu. 

Merasa sudah cukup menekuni ajaran agama Islam, kemudian beliau kembali ke Pajajaran tahun 1362 M. Beliau berniat menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa. Kembali ke Pajajaran, disertai oleh Saudagar Arab yang punya niat berniaga di Pajajaran sambil membantu Prabu Kiansantang menyebarkan agama Islam. Setibanya di Pajajaran, Prabu Kiansantang langsung menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat, karena ajaran Islam dalam fitrohnya membawa keselamatan dunia dan akhirat. Masyarakat menerimanya dengan tangan terbuka. Kemudian Prabu Kiansantang bermaksud menyebarkan ajaran agama Islam di lingkungan Keraton Pajajaran. 

Setelah Prabu Siliwangi mendapat berita bahwa anaknya Prabu Kiansantang sudah kembali ke Pajajaran dan akan menghadap kepadanya. Prabu Siliwangi yang mempunyai martabat raja mempunyai pikiran. "Dari pada masuk agama Islam lebih baik aku muninggalkan istana keraton Pajajaran". Sebelum berangkat meninggalkan keraton, Prabu Siliwangi merubah Keraton Pajajaran yang indah menjadi hutan belantara. Melihat gelagat demikian, Prabu Kiansantang mengejar ayahnya. Beberapa kali Prabu Siliwangi terkejar dan berhadapan dengan Prabu Kiansantang yang langsung mendesak sang ayah dan para pengikutnya agar masuk Islam. Namun Prabu Siliwangi tetap menolak, malahan beliau lari ke daerah Garut Selatan ke salah satu pantai. Prabu Kiansantang menghadangnya di laut Kidul Garut, tetapi Prabu Siliwangi tetap tidak mau masuk agama Islam.

Dengan rasa menyesal Prabu Kiansantang terpaksa membendung jalan larinya sang ayah. Prabu Siliwangi masuk kedalam gua, yang sekarang disebut gua sancang Pameungpeuk. Prabu Kiansantang sudah berusaha ingin meng Islamkan ayahnya, tetapi Alloh tidak memberi taufiq dan hidayah kepada Prabu Siliwangi. 

Prabu Kiansantang kembali ke Pajajaran, kemudian dia membangun kembali kerajaan sambil menyebarkan agama Islam ke pelosok-pelosok daerah, dibantu oleh saudagar arab sambil berdagang. Namun istana kerajaan yang diciptakan oleh Prabu Siliwangi tidak dirubah, dengan maksud pada akhir nanti anak cucu atau generasi muda akan tahu bahwa itu adalah peninggalan sejarah nenek moyangnya.

Sekarang lokasi istana itu disebut Kebun Raya Bogor. Pada tahun 1372 Masehi Prabu Kiansantang menyebarkan agama Islam di Galuh Pakuwan dan dia sendiri yang mengkhitanan orang yang masuk agama Islam. Tahun 1400 Masehi, Prabu Kiansantang diangkat menjadi Raja Pajajaran menggantikan Prabu Munding Kawati atau Prabu Anapakem I. Namun Prabu Kiansantang tidak lama menjadi raja karena mendapat ilham harus uzlah, pindah dari tempat yang ramai ketempat yang sepi.

Dalam uzlah itu beliau diminta agar bertafakur untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dalam rangka mahabah dan mencapai kema'ripatan. Kepada beliau dimintakan untuk memilih tempat tafakur dari ke 3 tempat yaitu Gunung Ceremai, Gunung Tasikmalaya, atau Gunung Suci Garut. Waktu uzlah harus dibawa peti yang berisikan tanah pusaka. Peti itu untuk dijadikan tanda atau petunjuk tempat bertafakur nanti, apabila tiba disatu tempat peti itu godeg/ berubah, maka disanalah tempat dia tafakur, dan kemudian nama Kiansantang harus diganti dengan Sunan Rohmat. Sebelum uzlah Prabu Kiansantang menyerahkan tahta kerajaan kepada Prabu Panatayuda putra tunggal Prabu Munding Kawati. Setelah selesai serah terima tahta kerajaan dengan Prabu Panatayuda, maka berangkatlah Prabu Kiansantang meninggalkan Pajajaran.

Yang dituju pertama kali adalah gunung Ceremai. Tiba disana lalu peti disimpan diatas tanah, namun peti itu tidak godeg alias berubah. Prabu Kiansantang kemudian berangkat lagi ke gunung Tasikmalaya, disana juga peti tidak berubah. Akhirnya Prabu Kiansantang memutuskan untuk berangkat ke gunung Suci Garut. Setibanya di gunung Suci Garut peti itu disimpan diatas tanah secara tiba-tiba berubah/ godeg.

Dengan godegnya peti tersebut, itu berarti petunjuk kepada Prabu Kiansantang bahwa ditempat itulah, beliau harus tafakur untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tempat itu kini diberi nama Makam Godog. Prabu Kiansantang bertafakur selama 19 tahun. 

Sempat mendirikan Mesjid yang disebut Masjid Pusaka Karamat Godog yang berjarak dari makam godog sekitar kurang lebih 1 Km. Prabu Kiansantang namanya diganti menjadi Syeh Sunan Rohmat Suci dan tempatnya menjadi Godog Karamat. Beliau wafat pada tahun 1419 M atau tahun 849 Hijriah. Syeh Sunan Rohmat Suci wafat ditempat itu yang sampai sekarang dinamakan Makam Sunan Rohmat Suci atau Makam Karamat Godog.
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Wednesday, June 26, 2013

Thursday, 20 June 2013

Kawah Kamojang

Company Outing ataupun Outing Perusahaan dan Family Gathering biasanya memasukkan Kawah Kamojang sebagai salah satu objek wisata tujuan berlibur ke kota Garut. Biasanya untuk paket wisata ke Kawasan Wisata Pemandian Air Panas dan Waterboom Kawah Puncak Darajat ataupun yang menginap di Bukit Alamanda Resort ataupun Hotel Mulih ka Desa. Setelah jalan-jalan dan narsis-narsisan di Kebun Mawar Situhapa langsung menuju Kawah Kamojang.

Kawah kamojang adalah kawasan cagar alam dan wisata diketinggian sekitar 1.730 diatas permukaan laut. Kawasan kawah kamojang berada dipunggung Gunung Guntur tempat rekreasi air panas. Di kawah ini pengunjung bisa menemukan dan menikmati keindahan alam fumarol, kawah lumpur, danau panas dan asap yang muncul dari rekahan tanah. Area ini digolongkan sebagai Gunung tipe strato dan terakhir meltus di zaman Plistosen.

Kawasan wisatakamojang terletak hanya sekitar 40 M di selatan Kota Bandung, Kawah kamojang ini berada di Kabupaten Garut-Jawa Barat. Jalan menuju ke sana, sangat bagus, aspalnya berhotmix, meskipun berliku-liku. Kanan kiri jalan sangat menarik, banyak tanaman sayur, cabe, tomat dan beberapa petani terlihat sedang memanen hasil tanamannya. Pemandangan yang cukup menarik.





Masuk ke kawasan ini tidak mahal, cukup dengan membayar minimal Rp 11.000,- per orang. Berbeda dengan kawah seperti pada umumnya yang pernah kita kunjungi. Kawah ini sangat berbeda. Kawah di sini sebetulnya adalah goa-goa tempat semburan uap panas dari perut bumi.

Dari kejauhan, nampak semburan uap itu seperti ada yang sedang membakar sesuatu. Sesuai informasi sebetulnya ada belasan kawah, tetapi beberapa nama kawah yang sempat dicatat oleh kami, yang pernah dilewati di antaranya kawah manuk, kawah kereta, dan kawah ceceret.

Satu lagi kawah yang indah dengan pemandangan panorama alam begitu menawan yaitu kawah hujan. Kawah hujan ini masuh berada di area kawasan kamojang. Setiap pengunjung pasti menginginkan semua kawah bisa dijumpai, tetapi sebelum merencanakan itu, dari awal kita harus menyusun dan mempersiapkan waktu yang sangat panjang supaya bisa mengunjungi semua kawah yang ada di kamojang.

Nama kawah yang disebutkan diatas memiliki makna tersendiri, kawah yang paling banyak dikunjungi adalah kawah Kereta, karena kawah kereta ini sangat menarik untuk dijumpai. Gas yang keluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa. Disini kita bisa menjumpai juru kunci bernama Koko.

Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi Tempat Wisata Kawah Kamojang, memang amat sangat sulit untuk mengetahuinya, dikarenakan posisi tempat dan jalan yang harus di lalui amat berliku-liku. Terletak di kawasan wisata cagar Alam Desa Cibeet dan Desa Randukurung perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, kontur jalan yang nanjak mudun menjadi kendala bagi pengendara yang harus amat sangat hati-hati untuk melaluinya.

Sebelum kita memasuki kawasan Wisata Kamojang kita di suguhi dengan pemandangan yang tak biasa dan akan Anda temui yaitu pipa-pipa besar PLTP yang di kelola PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power, juga deretan pohon pinus yang membentang di pinggiran jalan menuju Kawah Kamojang serta aroma bau belerang yang pekat menusuk hidung kita. Di sini terdapat 23 kawah dan 2 diantaranya berbentuk danau dengan Asap yang mengepul dari Permukaan Airnya.

Selain kawah-kawah yang mengagumkan, jika kita beruntung di area Cagar Alam Kawah kamojang kita bisa menjumpai berbagai Satwa langka dan tanaman Hutan yang asing tumbuh di sekitaran Taman Wisata Cagar Alam Kamojang, seperti Macan Tutul, Tringgiling, Lutung, Ayam Hutan, Anjing Hutan, Babi Hutan dan Beraneka Jenis burung, di tambah tanaman Pakis dan macam-macam Anggrek.


Kawah kamojang merupakan tempat wisata alam yg terltak di pegunungan kamojang, di area tersebut terdapat gas panas bumi yg aktif dan merupakan lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang pertama ada di Indonesia.






Perjalanan ke kawah kamojang pun begitu memanjakan para pengunjung. Di kelilingi hutan lindung yg dikelola salah satu perusahaan pengelola panas bumi, membuat para pengunjung merasakan segar nya udara. Jalan dengan tikungan "jahat" cukup memicu adrenalin para pengunjung. Tapi itu pula yg membuat pengunjung begitu berkesan dengan keindahan kawah yg mempunyai 23 titik kawah ini.

Kawasan wisata Kamojang terletak hanya sekitar 40 kilometer di selatan Kota Bandung. Dari Kota Bandung, jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Rancaekek, kemudian ke Kecamatan Majalaya. Dari Kecamatan Majalaya inilah Anda bisa bertanya mana jalan yang menuju Kamojang.

Selain melalui Majalaya, Kamojang juga dapat ditempuh dari arah Kota Garut. Jalan melalui Majalaya medannya cukup berat karena terus menanjak, dan mendekati Kamojang, jalannya berbelok-belok tajam sambil terus menanjak.

Jika melalui Garut, jalan yang harus ditempuh lebih landai sehingga relatif bisa dilalui kendaraan kelas apa pun. Jarak dari Kota Garut ke Kamojang sekitar 25 kilometer.

Di sana pun terdapat kawah kereta api.Kawah inilah yang akan dilalui wisatawan yang hendak melakukan petualangan ke kawah-kawah lain di Kamojang. Namun, jika Anda tak terbiasa melakukan perjalanan jauh, perjalanan bisa dihentikan di kawah Hujan.

Di kawah ini biasanya para wisatawan menikmati panasnya uap langsung dari perut Bumi, bersauna dari sumber alami. Mandi uap itu tidak lama. Sekitar 10 menit Anda sudah cukup mandi keringat. Mandi uap di sana berkhasiat menghilangkan sejumlah penyakit, seperti tekanan darah tinggi, sakit-sakit persendian, dan rematik.

Tunggu apa lagi?! Jadikan perjalanan ke Garut lebih lengkap dengan mengunjungi kawasan Kamojang. Sekaligus di sini pula Anda bisa melihat sumur-sumur panas bumi dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang.
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Thursday, June 20, 2013

Wednesday, 19 June 2013

Penginapan dan Resort di Pameungpeuk Garut Selatan

Karena banyaknya permintaan informasi mengenai hotel dan penginapan yang berada di sekitar Garut Selatan, kali ini kami menyampaikan foto dan informasi sewa kamar, bungalow ataupun villa di wilayah pantai selatan Garut.

Beberapa Pantai yang ada di wilayah Garut Selatan yang sering menjadi target kunjungan sebagai salah satu daya tarik wisatawan yang ingin mengetahui lebih jauh wisata pantai di Selatan kota Garut diantaranya adalah:
  1. Pantai Cicalobak Mekarmukti
  2. Pantai Taman Manalusu Cikelet
  3. Pantai RancaBuaya Caringin
  4. Pantai Karang Paranje Pameungpeuk
  5. Pantai Santolo











Jarak dari hotel ini ke Pantai Santolo kurang lebih 5 KM tarif weekday untuk sewa kamar dari 250 ribu sampai dengan 1,3 juta (Villa Bukit Alum) sedangkan harga weekend berkisar antara 300 ribu'an sampai dengan 1,5 juta rupiah (Villa 3 / Bukit Alum), untuk pendampingan Guide Lokal bagi para wisatawan yang akan mengunjungi objek wisata pantai di Garut Selatan, bisa menghubungi data center kami.












Hotel & Resort terletak di Kecamatan Pameungpeuk – Garut, Hotel ini cocok untuk kalangan menengah ke atas. Fasilitas hotel ini terbilang lengkap dengan adanya Kolam Renang, AC, Meeting Room dan lainnya, disini tersedia beberapa tipe kamar yaitu:

Fasilitas di Hotel dan Resort Jln Cilaut Eureun no 38 Pameungpeuk Garut Selatan
  • Minimalis (Single Bed, TV, Fan, Break Fast, Swimming Pool)
  • Bungalow (Single Bed, Wood Cabin, TV, Fan, Break Fast, Swimming Pool)
  • Standard (Double Bed, AC, Wather Heater, Break Fast, Swimming Pool)
  • Deluxe Room (Double Bed, AC, Wather Heater, Break Fast, Swimming Pool, Spacious Rooms, TV)
  • Suite Room (Single Bed, AC, Wather Heater, Break Fast, Swimming Pool, Spacious Rooms, Bath Tab, TV)
  • Villa
  • Meeting Room (AC, Up to 100 people)












Dikarenakan pengelolaan hotel dan penginapan di sekitar wilayah pantai selatan masih konvensional, jadi booking via phone / booking online agak sulit untuk memesan kamar penginapan, villa, bungalow ataupun resort di wilayah yang dekat dengan pantai-pantai di Garut Selatan. 

Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi Tim Hotel di Garut bisa membantu para calon wisatawan ke wilayah Pantai Selatan untuk bisa booking online dan reservasi via kami. 
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Wednesday, June 19, 2013