.breadcrumbs{padding:0 5px 5px 0;margin:0 0 5px;font-size:11px;border-bottom:1px dotted #ccc;font-weight:normal}

Paket Offroad di Garut

Untuk para wisatawan yang datang dan menginap di Garut, misalnya di resort terbaik Kampung Sampireun ataupun di Kampung Sumber Alam dan Kamojang Green Resort menginginkan untuk melaksanakan wisata adventure Fun Offroad, bisa langsung menghubungi admin HDG Team.

Paket Paintball di Garut

Salah satu Outbound pilihan yang cukup populer untuk para wisatawan yang masuk ke kota Garut adalah Paket Paintball di Garut, Team Hotel di Garut mempersiapkan berbagai jenis Paket Murah Outbound di Garut.

Arung Jeram di Garut

Anda Hobi Arung Jeram ? Sering Rafting di berbagai Tempat ? Jika anda seorang 'petarung Jeram' berpengalaman, belum layak menyandang gelar 'Tukang Arung Jeram' jika belum mencoba Rafting dan jibaku di Jeram Sungai Cikandang Garut.

Paket Wisata Pantai Santolo

Paket Wisata Pantai Santolo yang merupakan salah satu pantai paling populer dan terkenal di Garut dengan ditemani Garut Tour Guide terbaik dan paling berpengalaman HDG Team Trip Planner sekalian travelling ke beberapa Pantai lainnya seperti Pantai Sayang Heulang yang lokasinya berada cukup dekat dengan pantai Santolo.

Tempat Tujuan Wisata Paling direkomendasikan

Tempat wisata di Kabupaten Garut sangat cocok untuk kita yang ingin menghabiskan masa liburan anda bersama keluarga atau teman-teman. Garut bagian dari tempat wisata yang ada di jawa barat yang indah dan mempesona.

Wednesday, 28 August 2013

Paket Wisata ke Garut

Saat ini cukup banyak orang yang ingin menghabiskan waktu liburannya ke Kabupaten Garut, permintaan paket wisata untuk rombongan kecil 5, 10 s/d 15 orang sampai dengan rombongan besar 50, 100, 200 s/d 400 orang yang akan mengadakan outing perusahaan ataupun family gathering meningkat, sehingga para tamu reguler banyak yang kehabisan tempat menginap terutama Penginapan dan Hotel di dekat dan sekitar Obyek Wisata Kawah Puncak Darajat Garut yang penuh hampir di semua Weekend sampai beberapa minggu ke depan.

Beberapa Paket Wisata Garut bisa kita lihat dan baca di artikel Paket Liburan Murah Garut, Paket Tour ke Garut, dan Wisata Darajat Garut. Sebetulnya kita bisa memilih sendiri tempat menginap saat datang ke kota ini, dan berkeliling ke beberapa objek wisata dengan memakai jasa Paket One Day Trip.







Mayoritas para calon tamu memilih kawasan Wisata Pemandian Cipanas dan Waterboom Darajat Garut sebagai tujuan mereka melakukan family gathering ataupun outing perusahaan. Selain Penginapan dan Hotel, Villa dan Rumah Sewa di kota Garut okupansinya meningkat beberapa waktu terakhir ini.  Kami kutip artikel Wisata di Garut di Kompasiana yang memberikan gambaran dan Tips dalam melilih Travel Agen / Agen Perjalanan saat akan berlibur ke Kabupaten Garut.

Beberapa Tips Memilih Paket Wisata ke Garut.

1. Pilih Agen Travel Yang Profesional
Pilihlah Agen Travel perjalanan seperti anda memilih dokter atau lawyer untuk membantu kepentingan anda. Agen Travel yang professional dapat menjelaskan secara detail tempat yang akan anda kunjungi. Anda juga bisa mencoba mendengar nasihat teman dan kerabat yang telah menggunakan Agen Travel perjalanan yang mereka percayai. Karena jenis pilihan perjalanan (seperti perjalanan keluarga, berkelompok/ grup, petualangan, ekoturisme) merupakan keputusan personal yang bertujuan sama yaitu ingin mendapatkan kepuasan dalam perjalanan dari segi apapun. Agen Travel Terbaik akan berusaha membangun hubungan jangka panjang dengan klien, tidak semata mengejar transaksi di saat itu saja.

2. Jangan Tertarik dengan Harga Murah
Agen Travel yang semakin banyak membuat mereka berlomba-lomba mengadakan promo dengan harga murah. Tapi ingat! Jangan mudah tergiur dengan tawaran paket murah dari Agen travel. Anda harus perhatikan rincian paket yang diberikan, mulai dari transportasi, akomodasi, logistik, lama perjalanan, hingga tur keliling. Pastikan fasilitas yang diberikan memadai dan tidak merepotkan Anda.

3.  Pilih Agen Travel yang berdomisili di Lokasi Tujuan Wisata Anda
Dengan memilih Agen Travel dan Tour yang benar-benar berada di Garut sudah bisa dipastikan anda bisa menekan harga cukup tinggi, dikarenakan biasanya Agen di kota yang dituju lebih paham tentang situasi kotanya sendiri dan punya jaringan yang cukup luas karena merupakan penduduk lokal. Walaupun tidak seprofesional Agen Tour dan Travel di kota Besar, akan tetapi anda bisa meminta penjelasan lebih detail baik itu kelebihan dan kekurangan tempat wisata di Garut, hotel dan penginapan serta memandu jalan dan memprediksi situasi serta jadwal liburan anda lebih efektif dengan mengunjungi Objek wisata populer dengan membuat Itinerary yang lebih jelas dan lebih mudah jika ada perubahan jadwal, jumlah peserta ataupun tujuan wisata, jika memakai agen travel luar kota dipastikan mereka juga akan mengeluarkan dana untuk Survei dan pengumpulan informasi yang sudah tentu dibebankan kepada peserta.



Saat ini Wisata Budaya dan Wisata Ziarah memang kurang menarik perhatian para pelancong yang datang ke Garut, mungkin diakibatkan oleh sarana dan prasarana di sekitarnya kurang memadai. Terutama akomodasi dan aman dan nyaman belum banyak dibangun di sekitar lokasi rekreasi yang mengandung unsur sejarah dan peninggalan zaman dulu.

Tips Liburan Murah ke Kota Garut :
  1. Anda harus mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya jika Anda mempunyai rencana berlibur yang cukup panjang ke Garut, jika waktunya mepet anda akan dihadapkan pada situasi Hotel dan Penginapan yang recommended sudah Full Booking sehingga sangat terbatas pilihan tempat menginap baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas tempat menginap. 
  2. Lebih panjang waktu persiapannya tentu lebih baik. Sisihkan secara auto debet dari income bulanan Anda selama waktu yang disesuaikan dengan besarnya dana yang dibutuhkan. Biasanya mengambil paket liburan yang disediakan pihak tour travel bisa lebih murah dan efesien. Namun jika Anda ingin berpergian sendiri / ketengan, ketahui dahulu seluk-beluk tempat liburan yang dituju. Biaya transportasi, akomodasi, tempat rekreasi dan makan serta tak ketinggalan tempat belanja, menjadi poin-poin penting untuk dicatat. Jangan sampai biaya liburan anda membengkak karena tidak begitu paham situasi di lapangan yang sesungguhnya.
  3. Untuk biaya transportasi dan akomodasi, sangatlah baik jika Anda bisa mendapatkan paket promosi. Bahkan jika ada, rumah kerabat atau penduduk setempat ataupun Villa dan Bungalow  milik perorangan bisa dijadikan tempat menginap. Anda dapat menghemat lumayan banyak, mengingat kedua hal ini adalah biaya yang paling besar. Walaupun fasilitas di HomeStay, Villa, Rumah Sewa tidak selengkap di 'Hotel Wisata' akan tetapi untuk rombongan besar bisa menghemat dana yang cukup besar berhubung harga dan tarif Hotel di Garut termasuk cukup tinggi terutama Penginapan dan Hotel yang berada di Lokasi Wisata Air Panas baik di Cipanas maupun Darajat Garut.
  4. Cermatlah dalam memilih tempat rekreasi. Cari obyek wisata yang memang benar-benar unik dan bagus serta merupakan ciri khas tempat tersebut. Hindari pergi ke lokasi wisata yang tidak perlu dan berbiaya tinggi. Jika ingin air panas alami pilih Darajat Garut, Kawah Kamojang, Kebun Mawar Situhapa, Curug Orok dan Situs Ciburuy, dan anda bisa mengunjungi Situ Bagendit dan Candi Cangkuang serta Kampung Pulo pada perjalanan pulang ke arah Bandung atau Jakarta. 
  5. Paket Wisata 2 Hari 1 malam dengan mengunjungi Objek Wisata diatas cukup lengkap dan mewakili beberapa tempat populer dan terkenal serta unik di kota Garut. Atau jika ingin lebih santai di perjalanan dan tidak terburu-buru anda bisa mengambil Paket Wisata 3 Hari 2 Malam.
  6. Sama seperti tempat rekreasi, mencari tempat makan / restoran harus sesuai dengan budget yang disiapkan. Lebih baik jika Anda memilih tempat yang tidak jauh dari tempat menginap atau tempat terakhir Anda sedang berkunjung. Selain hemat waktu, hemat ongkos pula.
  7. Tempat belanja yang tidak populer biasanya lebih murah dibandingkan tempat belanja yang ramai dikunjungi turis. Berburu oleh-oleh dan barang kerajinan ke pasar-pasar tradisional bahkan langsung ke tempat pembuatan/pabriknya bisa menghemat uang Anda.
  8. Jangan lupa, selalu membawa bekal seperti roti dan minuman air putih dalam tas. Selain lebih sehat, Andapun terhindar dari jajan yang tidak perlu. Bawalah uang saku sesuai dengan budget. Dan tetap catat semua pengeluaran Anda selama perjalanan dari awal hingga akhir.
  9.  Jika Anda dan keluarga mempunyai fleksibilitas waktu, pertimbangkanlah untuk berpergian pada masa “low season”. Anda bisa mendapatkan tawaran yang menarik dan murah yang tidak bisa didapatkan pada masa “high season”.
  10. Jika anda Backpacker atau Nekad Traveller, bisa mencoba konsep Home Stay di Garut ataupun Grand Camp (untuk rombongan besar), akan tetapi jika rombongan anda sedikit dengan berbekal tenda walaupun bukan merupakan bumi perkemahan akan tetapi Anda bisa menginap di Objek Wisata Darajat Pass Water Park ataupun Awit Sinar Alam Darajat dengan membayar biaya tiket dan sewa tempat untuk tenda dengan harga yang cukup murah. Pilihan lainnya untuk yang berjiwa Petualang dan senang Tidur dengan suasana Adventure, Bumi Batara Adventure Camp bisa menjadi pilihan alternatif  menginap dengan biaya hemat.
Last But Not Least, Seandainya Wisata Pantai di Garut menarik perhatian anda dan ingin mencoba mengambil Paket Wisata ke Pantai Santolo Garut, Pantai Sayang Heulang, Pasir Putih Gunung Geder, Pantai Karang Paranje, Pantai Manalusu, Pantai Cicalobak ataupun ke Pantai Rancabuaya. Pastikan anda paham dengan Rute Perjalanan ke daerah Garut Selatan dan sudah mempunyai cukup informasi Penginapan dan Resort di Garut Selatan 

Salam Backpacker buat para Pecinta Nekad Traveller!
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Wednesday, August 28, 2013

Tuesday, 27 August 2013

Makam Keramat Cinunuk Wanaraja

Makam Keramat Cinunuk Wanaraja Garut masuk dalam Wisata Budaya, Sejarah dan sekaligus Wisata Ziarah, begitu banyak hal yang bisa digali dari beberapa peninggalan zaman dahulu di kota Garut selain Makam Keramat Suci Godog, Situs Kabuyutan Ciburuy, Kampung Adat Pulo, Batu Pipisan dan Gandhik yang menyemarakkan Tempat Wisata di Garut.




Makam Keramat Cinunuk Merupakan obyek wisata ziarah terletak di Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja. Jarak tempuh menuju ke obyek ini kira-kira 13 Km dari pusat kota dengan waktu tempuh 30 Menit. Daya tarik dari obyek wisata ini adanya makam yang dikeramatkan  yaitu Makam Pangeran Papak, beliau salah seorang penyebar agama Islam.  Terdapat beberapa peninggalan benda pusaka masa lalu seperti pedang, keris, goong, sadel kuda yang terbuat dari kuningan.

Islam (dianggap juga salah seorang Wali) di daerah Garut. Makamnya terletak di Cinunuk Wanaraja.Makam tersebut terletak di sebelah barat Desa Cinunuk dalam sebuah bangunan (gedung) makam di atas sebidang tanah seluas 221 m2. Bangunan makam itu terdiri dari bangunan pokok, yang dijadikan tempat pekuburan Pangeran Papak terletak di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja. 

Makam yang keramat yaitu Makam Pangeran Papak, dia salah seorang penyebar Agama Islam terdapat beberapa peninggalan benda pusaka masa lalu seperti pedang, keris, goong, sadel kuda yangSebelum masuk ke makam, mandi sumur tujuh cinunuk dulu mata air yang sangat segar ini dipercaya memiliki khasiat2 tertentu biasanya para peziarah sebelum masuk ke makam Pangeran Papak mandi dulu disini atau mungkin sekedar wudlu.

Makam tersebut terletak di sebelah barat Desa Cinunuk dalam sebuah bangunan (gedung) makam di atas sebidang tanah seluas 221 m2. Bangunan makam itu terdiri dari bangunan pokok, yang dijadikan tempat pekuburan Pangeran Papak.

Pengaruh dari ajaran-ajaran Islam terhadap penduduk Garut bekembang dengan mendalam, sebagai peninggalan sejarah penyebaran agama Islam antara lain adanya makam Godog yang dikatakan sebagai makam keramat; yaitu makam Prabu Kiansantang penganut Nama Limbangan saat ini masih ada dan Senjata Pusaka pun masih ada pada keturunan Raden Wangsa Muhammad alias Pangeran Papak di Cinunuk Kabupaten Garut.

Rute Perjalanan ke Makam Keramat Cinunuk :

Untuk anda yang memakai kendaraan umum dan turun di Terminal Guntur bisa langsung naik angkot wanaraja berwarna merah-putih dengan no angkot 07, ongkosnya kurang lebih 5-6 ribu rupiah saja kita bisa sampai di belokan ke arah Cinunuk. Dilanjut dengan naik Ojek dengan biaya 10-15 ribu rupiah.

Para pencinta Wisata Ziarah dan Budaya serta senang mempelajari Sejarah, kota Garut bisa dijadikan lokasi yang tepat untuk keliling di beberapa Objek Wisata yang menyimpan beberapa benda kuno dan berbagai barang peninggalan di masa lalu.

Untuk para Wisatawan bisa memilih Wisata di sekitar Garut Kota, Hotel / Penginapan Melati di wilayah Tarogong atau mencari rumah sewa dengan harga yang lebih bersahabat dan tidak jauh jaraknya dari target Wisata Ziarah anda. 

Tim Hotel di Garut bisa memberikan informasi tentang akomodasi yang sekiranya bisa anda pilih sebagai alternatif menginap, karena kurang pas kiranya jika para pelancong yang akan melaksanakan Ziarah dan tadabur ayat dan alam ke Makam Keramat Cinunuk menginap di Hotel Berbintang.

Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Tuesday, August 27, 2013

Batu Pipisan dan Gandhik

Benda Sejarah dan Kepurbakalaan yang ada di Kabupaten Garut sebenarnya banyak yang bisa dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota Garut yang suka berekreasi bersama keluarga, salah satunya benda-benda sejarah, namun ada beberapa benda dan wisata budaya di Garut yang belum tercatat semua. 

Hal ini dikarenakan belum adanya tenaga ahli yang mampu meneliti dan mengungkapkannya secara utuh, selain keterbatasan temuan bukti sejarah penunjang yang tersedia. Dalam aspek pelestarian peninggalan sejarah dan purbakala, Garut cukup potensial. 




Pada aspek ini perlu dikembangkan pemanfaatannya baik untuk objek kajian ilmiah maupun untuk menunjang objek kepariwisataan Jawa Barat khusunya Garut. Karenanya, pembinaan dan pengembangan terhadap peninggalan sejarah dan purbakala perlu ditingkatkan, supaya kelestariannya tetap terjaga sesuai aslinya.

Selain benda-benda sejarah berupa Candi Cangkuang dan Rumah Adat Kampung Pulo, situs budaya makam-makam kuno seperti Makam Keramat Godog Suci, dan benda-benda di lingkungan situs cagar budaya seperti Situs Kabuyutan Ciburuy, yang selengkapnya dipaparkan dalam halaman “Objek Wisata”, masih terdapat benda-benda sejarah lain yang perlu diketahui masyarakat luas seperti Naskah Kuno dan Temuan Benda Purbakala.

Nah mengenai Benda Sejarah Batu Pipisan dan Gandhik peninggalan jaman dulu.Sebelumnya ditemukan disekitar lingkungan masyarakat penduduk yang ada di Kampung Sindangsari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut.

Setelah ditemukan, maka dilakukan Penelitian di Kecamatan Wanaraja yang dilakukan Tim Balai Arkeologi (Balar) Bandung ditujukan disebuah temuan batu oipisan dan penggilingan (Jw. Gandhik).

Lokasi penemuan merupakan suatu perkampungan padat penduduk. Secara geografis wilayah ini berada pada koordinat 7º 10’ 40’ LS dan 107º 57’ 53’ BT. Bentang alam daerah tersebut merupakan pedataran vulkanik dengan ketinggian sekitar 700 m. di atas permukaan laut. 

Mengalir sebuah sungai cisangkan yang merupakan anak sungai Cimanuk yang mengalir di sebelah barat laut situs. Batu piipisan dan batu penggilingan tersebut ditemukan Bpk. Engkar ketika menggali tanah untuk pondasi bangunan. Menurut keterangganya, ketika ditemukan nbatu pipisan dengan batu penggilingan terpisah pada jarak sekitar 50 Cm.

Batu penggilingan yang ditemukan berbentuk silinder. Permukaannya sangat halus. Ukuran batu, panjang 16,5 cm. diameter 6 cm. bahan yang dipakai daribatu pasir arkose. Kedua benda tersebut sampai sekarang disimpan di Bapak Engkar yang menemukan benda sejarah. Batu pipisan dan penggilingan (gandhik) berfunsi untuk menghaluskan ramuan obat jaman dulu. Tanda adanya pemakaian terlihat dari permukaanya yang halus.

Pada beberapa candi Jawa Tengah (misalnya ; Borobudur) terdapat relief yang menggambarkan orang meramu obat. Sampai sekarang batu pipisan dan gandhik, belum pernah ditemukan dalam satu konteks dengan tinggalan masa pra-sejarah. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa benda arkeologis tersebut secara kronologis berasal dari masa klasik, mungkin dari jaman kerajaan Sunda Kuno.

Kabupaten Garut sangat banyak sekali menyimpan beberapa benda sejarah terutama saat jaman kerajaan Prabu Siliwangi. Ada beberapa titik yang sempat menjadi persinggahan Prabu Siliwangi di Kabupaten Garut yang saat ini menjadi Tempat Wisata di Garut walaupun tidak begitu populer untuk dikunjungi para pelancong karena keterbatasan informasi, akses jalan dan fasilitas di sekitar Wisata Budaya di Kota Garut. Mayoritas pengunjung ke Kabupaten Garut tertarik dengan Wisata Alam, Wisata Pantai dan Wisata Kawasan Air Panas dimana di lokasi rekreasi tersebut tersedia akomodasi Hotel yang memadai.
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Tuesday, August 27, 2013

Sunday, 25 August 2013

Tempat Wisata di Garut

Begitu lengkapnya kota Garut jika dilihat dari asfek pariwisatanya dari mulai Wisata Alam, Wisata Pantai di Selatan, Wisata Kuliner, Wisata Sejarah dan Budaya misalnya Situs Kabuyutan Ciburuy, Wisata Gunung Berapi dengan Kawahnya yang indah  dan Sungai yang membentang luas, Bumi Perkemahan, Outbound di Garut, Paintball dan Arung Jeram, Paralayang di Garut dan lain sebagainya sebagai Tempat Wisata di Garut yang cukup populer dan terkenal.

Setelah masa keemasan Jeruk Garut yang merupakan Jeruk terbaik di Indonesia pudar dan punas, berakhir setelah Gunung Galunggung di Tasikmalaya meletus, saat ini kota Dodol tetap menjadi Objek tujuan Wisata Belanja dengan adanya beberapa makanan khas dan oleh-oleh asli Garut yang cukup terkenal seperti Chocodot, Dodol Picnic, Nasi Liwet Instan, Emplod, Ladu dan Kerupuk Kulit serta Dorokdok. Tidak lupa Souvenir yang terbuat dari bahan kulit seperti Topi, Dompet, Tas Wanita, Tas Pria, Sepatu Kulit, Ikat Pinggang dll dikarenakan pusat dan sentra pengrajin Jaket Kulit beberapa workshop dan tokonya berderet di sekitar Jln. Sukaregang Garut. 

Akar Wangi di Jln Samarang, Pabrik Sutera Alam dan Domba Garut masih menjadi magnet yang cukup kuat bagi para pelancong yang penasaran dan belum pernah melihat serta mengunjunginya.

KopiTozie di Villa Wisata Domba Garut
Domba Garut
Villa di Rancabango Wisdom
Mengunjungi Workshop Sutera Alam di Panawuan
Kandang Domba Adu Pilihan di Puncak Rancabango
Wajar jika begitu banyak Wisatawan yang tertarik untuk belibur dan wisata ke Kabupaten Garut ataupun melaksanakan Study Tour walaupun beberapa Penginapan dan Hotel di Garut terutama yang berada di daerah Cipanas memasang tarif yang cukup tinggi.

Pengalaman pertama berkunjung ke SWitzerland Van Java alias Kota Garut memberikan kenangan tersendiri, karena liburan ke kota Dodol ini banyak pengalaman dan kesan yang tak bisa dilupakan saat kita berkunjung ke tempat-tempat objek wisata yang ada di Kota Intan.

Bagi para wisatawan yang akan menuju ke Kota Garut, pas kita masuk ke wilayah Tarogong akan melihat tugu kota Intan, INTAN singkatan dari (Indah Tentrem Aman Nyaman). 

Kain Sutera Alam Garut
Anak Domba Garut
Nasi Liwet Instan Garut
Berfoto di Salah Satu Villa di Garut

Arung Jeram di Garut
Waterboom dan Kolam Renang Awit Sinar Alam Darajat

Fitri Priyanti di Banyu Alam Resort
Kota garut dengan julukan Swiss Van Java yang sudah mulai dikenal dari dulu. Perkembangan wisata di Kota Garut ini, dari tahun ketahun terus meningkat, terlihat bila kita akan berkunjung ke Kota Garut perjalanan arah Garut akan padat dengan kendaraan roda dua maupun roda empat yang berlibur di objek wisata yang ada di Garut, apalagi saat weekend.

Ketika kita berada di kota Garut saat-saat tertentu khususnya weekend, makan kendaraan akan banyak dengan plat nomor luar kota Garut.  Terlebih pada hari sabtu dan minggu, beberapa ruas jalan mengalami kemacetan terutama di sekitar Jl. Otista yang menuju arah Bandung maupun tempat wisata pemandian Air Panas yang berada di Tarogong Kaler, di bawah Kaki Gunung Guntur.

Berdasarkan pengamatan di beberapa lokasi rekreasi dan objek wisata di kota Garut, sektor-sektor pendukung Pariwisata mulai berkembang. Beberapa rumah makan beridi di beberapa titik, baik Jalan Raya menuju Luar Kota maupun menuju ke beberapa tempat wisata di Garut.

Tim Hotel di Garut bukan hanya membuat postingan dan artikel tentang Wisata Garut akan tetapi langsung berkeliling hampir ke semua lokasi rekreasi dan tempat wisata di Garut yang akan direview dengan jujur dan objektif baik kelebihan dan kekurangan, rute perjalanan, tiket masuk, tarif dan harga terbaik. Semua foto yang diupload di situs ini mayoritas adalah asli perwakilan Tim Hotel di Garut yang 'narsis' berpose di beberapa Tempat Wisata di Garut

Jaket Kulit Garut Indian Style
Sawah Trekking
Pemandangan di Kampung Dawuan Garut
Koleksi Foto Bu Dian Diani Jaydi Villa Tarogong
Bu Dian Diani Berpose di Kolam Pancing
Pemandangan Indah dan Background Sawah di Garut
Pusat oleh-oleh pun semakin menjamur, pusat batik garutan mulai bermunculan, toko-toko kulit khas Garut pun ramai, lalu industri kreatif seperti Chocodot seakan menjadi trade mark baru dari kota ini. Saat ini juga ada beberapa toko yang menjual miatur dari domba Garut, sebagai oleh-oleh khas Garut yang terkenal dengan domba Garut. nah ini juga menjadikan salah satu oleh-oleh terbaru bagi para wisatawan.

Garut sebetulnya telah memiliki semua kriteria untuk dijadikan pusat Pariwisata baru di Jawa Baray. Apabila hanya bicara keindahan alam, Garut memiliki paket lebih lengkap jika dibandingkan dengan salah satu pusat pariwisata yang ada di ibu kota Provinsi Jawa Barat yaitu Bandung.

Kota Garut tidak hanya memiliki gunung-gunung yang indah, namun juga hamparan kebun teh yang memikat, air terjun dibeberapa wilayah yang mempesona, hamparan sawah bak permadani, bukit-bukit yang berjejer, sumber air panas alami, situ-situ yang begitu damai dipagi hari, candi bersejarah,bahkan Garut memiliki apa yang tidak dimiliki Kota Bandung, yaitu Pantai-pantai yang masih alami dan bersih.

Beberapa penginapan sebagai fasilitas pendukung para wisatawan mulai dari kelas kere dan bikin kere pun ada, restoran pinggir jalan maupun pinggir resort sebenarnya sudah mumpuni. Apalagi kerajinan-kerajinan khas Garut sudah banyak berdikari di kota Intan ini.

Garut saat ini dengan beberapa tahun lalu, Garut semakin berkembang, kata salah satu wisatawan yang mengatakan sebagai Fans Kota Garut, berharap Garut tetap bersih, aman, nyaman, bisa rapi meski semakin hari garut banyak dikunjungi dari luar kota.

Hanya saja yang menajdi permasalahan krusial yang sedikit banyak menghambat perkembangan industri pariwisata Garut, yaitu yang perlu segera dibenahi adalah akses transfortasi menuju spot-spot menarik yang ada di Kabupaten Garut.

Karena banyaknya tempat yang indah tak terjamak oleh manusia, akibat tak adanya fasilitas transfortasi dan jalanan yang tak memadai, ini menjadi salah satu alasan para wisatawan enggan berkunjung ke beberapa tempat objek wisata yang cocok sekali dijadikan tempat liburan.

Untuk yang ingin mengetahui Daftar Tempat Wisata di Garut baik di sekitar kota, Garut Utara maupun Garut Selatan bisa langsung melihat postingan lengkap tim Hotel di Garut di artikel sebelumnya yang berjudul Daftar Lengkap Objek Wisata di Garut.
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Sunday, August 25, 2013

Saturday, 24 August 2013

Situs Kabuyutan Ciburuy

Keberadaan Situs Ciburuy Bayongbong Garut cukup dekat dengan markas tim Hotel di Garut, kurang lebih hanya dibutuhkan waktu 5-7 menit perjalanan untuk sampai ke lokasi. Akan tetapi baru hari Jum'at malam 23 Agustus 2013 perwakilan dari www.hoteldigarut.net bisa meluangkan waktu untuk datang ke lokasi.

Sayangnya kang Ujang Mulyana kuncen Situs Kabuyutan Ciburuy sedang tidak ada di lokasi, akhirnya kami mengunjungi kakak kandungnya yang bernama Nana. Malam itu dihabiskan waktu kami dengan bercerita seputar sejarah dari Situs tersebut dan benda apa saja yang menjadi peninggalan zaman dahulu tersebut.

Dengan ditemani beberapa gelas Kopi sambil menghisap 234 dan Mild, Nana Sumpena mulai menyampaikan beberapa data yang kami rangkum sebagai berikut.












Situs Ciburuy yang terletak di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, merupakan situs peninggalan jaman Prabu Siliwangi yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Prabu Kian Santang. Pada zaman dahulu tempat ini oleh Prabu Kian Santang digunakan sebagai arena pertarungan dengan jawara-jawara di pulau jawa. 

Awal mula tempat ini dijadikan tempat pertarungan karena pad a suatu hari Prabu Kian Santang menemukan sebuah keris dan beliau mendapat amanat untuk menancapkannya pada sebuah batu sehingga dari batu tersebut keluarlah air, lalu beliau disuruh mengikatkan keris terse but pada sorbannya lalu keris tersebut dihanyutkan hingga keris terse but berhenti. Di tempat keris berhenti tersebutlah Prabu Kian Santang akan mendapatkan lawannya.

Pada suatu saat Prabu Kian Santang sedang mengadakan pertarungan di daer9h tersebut tetapi tidak ada satupun lawannya yang dapat mengalahkan Prabu Kian Santang, hingga pada suatu saat datanglah utusan Sayyidina Ali yaitu H. Mustafa untuk melawan Prabu Kian Santang. Akhirnya Prabu Kian Santang dapat dikatahkan. Setelah Prabu Kian Santang dikalahkan, H Mustafa memberikan amanat kepada beliau untuk pergi ke Tanah Suci bertemu dengan Sayidina Ali dan senjata-senjata Prabu Kian Santang ditinggalkan di Ciburuy. 

Peninggalan sejarah yang terdapat di situs Ciburuy ini antara lain keris, bende (Lonceng yang terbuat dari perunggu), kujang (senjata Prabu Siliwangi), trisula, tombak, dan tulisan jawa kuno yang ditulis Prabu Kian Santang di atas daun nipah dan daun lontar.

Situs Kabuyutan Ciburuy merupakan scriptorium naskah kuno Sunda terbesar dan terlengkap di Jawa Barat saat ini. Hal itu dilihat dari banyaknya jumlah naskah Sunda kuno di tempat tersebut. Setidaknya ada 27 kropak naskah relatif masih baik. Masing-masing kropak tidak kurang dari 20 lempir (lembar). Jadi jumlah naskah seluruhnya tidak kurang dari 500 lempir dan belum tertransilerasi semua.











 Beberapa naskah kuno terbuat dari daun lontar dan daun nipah. Naskah ditulis dengan cara ditoreh memakai pisau pangot. Ada juga ditulis menggunakan getah pohon. Isi naskah antara lain mengisahkan petuah-petuah Dharmasiksa, Raja Galunggung abad ke-12, seputar etika dan budi pekerti masyarakat Sunda kuno. Naskah dinamakan 'Amanat Galunggung' itu diduga ditulis sekitar abad ke-15.

Sebanyak 27 keropak naskah di Situs Kabuyutan Ciburuy itu tersimpan dalam 3 buah peti. Jumlah naskah pada setiap kropak bervariasi, antara 15 lempir sampai dengan 30 lempir. Dari jumlah tersebut, hanya tinggal sepuluh kropak terbilang masih utuh. Sedangkan sisanya tidak lengkap, karena rusak dan patah.

Situs Kabuyutan Ciburuy. Pemeliharaannya di bawah pengelolaan para kuncen selama ini amat sederhana. Padahal mestinya benda-benda tak ternilai tersebut disimpan dalam sebuah museum dengan teknik perawatan modern agar keawetannya terjamin. Idealnya ditangani pemerintah dengan serius. Misalnya dengan dibangun museum representatif. Tapi bagaimana lagi. Pemeliharaan perlu biaya tinggi. Mungkin pemerintah hingga saat ini masih belum siap.

Dia juga menyayangkan masih banyaknya naskah kuno di Situs Kabuyutan Ciburuy belum tertranliterasi. Padahal kandungan isi naskah itu terkait sejarah dan peradaban kerajaan Sunda dari abad ke-12 hingga abad ke-16. Kita berharap, ke depan, Situs Kabuyutan Ciburuy mendapatkan perhatian lebih untuk kepentingan kemajuan masa depan generasi masyarakat, khususnya urang Sunda, terkait jati dirinya.

Kabuyutan Ciburuy bisa diibaratkan sebagai sebuah pusat studi pada jaman dahulu kala. Sebab, berbeda dengan situs-situs yang lain, tak ada prasasti atau peninggalan berupa artefak di Ciburuy. "Peninggalan yang paling utama adalah puluhan naskah kuno berbentuk manuskrip yang ditulis di daun lontar dan nipah. Naskah-naskah tersebut hampir semuanya belum bisa dibaca.

Kabuyutan Ciburuy bisa disebut sebagai pusat kajian dan studi yang menyisakan peninggalan penting dari abad 16. Dari sekira 57 naskah yang ada, baru 3 naskah yang sudah dibaca dan diterjemahkan untuk masyarakat umum. Ketiga naskah tersebut masing-masing Amanat Galunggung, Carita Ratu Pakuan, dan Sewaka Darma. "Ini merupakan sebuah tantangan besar bagi dunia filologi. Sebab, kami berharap bisa mengungkap satu sejarah yang terkandung dalam naskah-naskah di Kabuyutan Ciburuy ini,"













Secara topografi, letak Kabuyutan Ciburuy memang sangat ideal sebagai sebuah padepokan. Situs yang saat ini berbentuk replika ini memiliki 6 bagian utama dengan bentuk bangunan panggung yang mirip dengan bangunan-bangunan tradisional di berbagai daerah di Jawa Barat. Keenam bagian tersebut terdiri dari Saung Lisung, Leuit, Patamon, Padaleman, Pangalihan, dan Pangsujudan. Bangunan-bangunan tersebut berada dalam satu areal seluas 600 meter persegi. Pertama kali dibangun ulang sesuai dengan bangunan aslinya pada tahun 1982 berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Kebudayaan. 

Patamon sebagai gedung utama di bagian luar berisi barang-barang berupa keris eluk, keris badik, peso (pisau), bedog (golok), selendang rante (selempang terbuat dari rantai), dan cupu keramik. Sedangkan di Padaleman, gedung utama di bagian dalam, tersimpan naskah atau karya tulis di dalam beberapa peti. Antara bagian luar dan bagian dalam dipisahkan oleh semacam benteng yang terbuat dari anyaman bambu (bilik). Seperti dijelaskan Ujang Mulyana (27), kuncen dan juga juru pelihara (Jupel) Kabuyutan Ciburuy, situs tersebut merupakan tempat musyawarah yang dibangun pada masa akhir Kerajaan Pajajaran. Menurut dia, tempat ini menjadi tempat pertemuan sekaligus pelatihan ilmu. "Kemungkinan hasil pertemuan dan pelatihan tersebut tertulis seperti yang ada dalam naskah itu," kata Ujang.

Lebih lanjut Ujang menjelaskan, berdasarkan penuturan dari kuncen-kuncen sebelumnya, ada beberapa bagian di Kabuyutan Ciburuy yang tidak bisa dimasuki sembarang orang dan sembarang waktu. Menurut dia, tamu yang datang secara umum hanya bisa diterima di bangunan Patamon (pertemuan). Untuk memasuki bagian lain seperti Padaleman (bagian dalam) dan Pangsujudan (tempat peribadatan), bagi pengunjung umum hanya diperkenankan pada saat pelaksanaan Upacara Seba setiap hari Rabu akhir buan Muharam. "Kecuali ada izin khusus dari kuncen," kata Ujang.

Ujang mengatakan, setiap bagian memang memiliki makna khusus. Pada jaman dulu, katanya, bagian atau tahapan itu merupakan tahap dalam penguasaan ilmu, khususnya ilmu kanuragan. "Setiap naik tahap merupakan kenaikan dalam tingkatan keilmuan," ujar dia.

Secara umum Kabuyutan Ciburuy terbuka untuk kunjungan masyarakat. Menurut Nana, sebagian besar masyarakat yang datang tujuannya meminta dimudahkan usaha. "Itu tujuan utama para pengunjung," imbuh Ujang. Kasie Jarahnitra Disparbud Kabupaten Garut, Warjita, menjelaskan, Kabuyutan Ciburuy termasuk cagar budaya yang dikelola oleh Badan Pemeliharaan Peninggalan Purbakala (BP3) yang berkantor pusat di Serang, Banten. Namun demikian, pemerintah setempat ikut melakukan pemeliharaan secara insidentil. "Anggarannya memang tidak masuk pos yang dialokasikan di Pemkab Garut, namun secara insidentil kami tetap membantu dari sisi pemeliharaan," katanya.

Saat ini, di Kabuyutan terdapat dua orang Jupel, dari total 14 Jupel di seluruh Kabupaten Garut. peran Jupel ini sangat vital karena menjadi pendata sekaligus pemelihara berbagai situs yang menjadi objek pariwisata. "Meskipun statusnya sebagai pegawai di bawah BP3, namun mereka juga dimintai membuat laporan per triwulan ke dinas setempat,".

Saat ini, Jupel Kabuyutan Ciburuy berstatus tenaga honorer di BP3. Mereka mendapatkan tunjangan atau honorarium yang dibayar per triwulan. "Setiap 3 bulan kami mendapat honorarium sebesar Rp 1 juta" ujar Nana Sumpena. Tidak terasa obrolan malam itu hampir 1,5 jam kami bercerita, saya harus segera pulang dan berjanji akan datang lagi ke lokasi ini keesokan harinya agar bisa mengambil beberapa foto di sekitar Situs Ciburuy Garut.

Saat menanyakan Harga atau tarif Tiket Masuk, kang Nana cuma tersenyum simpul : "Saridhona kang, didieu mah teu aya biaya tiket masuk". Berbeda dengan objek wisata lain yang ada di Kabupaten Garut, Situs Kabuyutan Ciburuy hingga saat ini belum menjadi aset yang menghasilkan pendapatan. Sebab, dari sisi retribusi, pemerintah setempat belum mengenakan pungutan apapun bagi pengunjung yang datang ke situs tersebut. "Para pengunjung hanya didaftar sebagai bahan laporan ke dinas. Selain itu, tidak ada pungutan yang dikenakan,".

Walaupun dekat dengan markas www.hoteldigarut.net, jangan harap ada Hotel dan Penginapan yang bagus di sekitar Wisata Budaya ini. Memang ada penginapan Kondang Sari yang berada sebelum alun-alun bayongbong dan tidak jauh dari Situs Kabuyutan Ciburuy, akan tetapi tim kami tidak merekomendasikannya bagi para wisatawan dikarenakan di lokasi tersebut biasanya hanya laku dipakai untuk short time para lelaki hidung belang atau pasangan selingkuh.

Jika ingin menginap para pengunjung bisa memilih Saung Patamon (Rumah Pertemuan) dengan biaya yang juga seikhlasnya. Biasanya tamu yang menginap adalah orang yang ingin tawassul / dzikir, ada juga beberapa pengunjung yang ingin menikmati suasana kampung dan mencoba menginap beberapa hari disini. Situs Ciburuy Garut bukanlah termasuk Wisata Ziarah, dikarenakan di lokasi ini tidak ada Makam seperti di Makam Keramat Godog Suci.

Lokasi ini cocok untuk anda para Backpacker ataupun pecinta 'nekad traveller' yang ingin berwisata ke Garut beberapa hari dengan biaya yang minimum. Jika menginap di lokasi ini kita bisa sekalian jalan-jalan ke Puncak Gunung CikurayKawah Gunung Papandayan, Batu Tumpang dan Curug Orok

Rute Perjalanan ke Situs Ciburuy Garut

Dari Terminal Guntur anda tinggal naik Angkot Bayongbong dengan biaya 5 Ribu rupiah, turun di belokan cicayur atau lebih dikenal cigedug setelah alun-alun bayongbong. Dari sana tinggal naik ojeg dengan biaya 10 ribu rupiah (perjalanan kurang lebih 10-15 menit) sudah sampai di lokasi Situs Kabuyutan Ciburuy. 

Sedangkan jika memakai kendaraan pribadi, jalanan cukup bagus hanya ada beberapa bagian jalan menuju lokasi seperti Batu Haseum, Tegal Parung yang agak jelek kondisinya, tim Hotel di Garut akan memberikan gambaran jalan menuju lokasi baik berbentuk foto ataupun video.

Rute Perjalanan dan Kondisi Jalan Menuju Situs Ciburuy Garut







Sayangnya senjata-senjata seperti keris, bende (Lonceng yang terbuat dari perunggu), kujang (senjata Prabu Siliwangi), trisula, tombak, dan tulisan jawa kuno yang ditulis Prabu Kian Santang di atas daun nipah dan daun lontar yang ada di Situs Kabuyutan Ciburuy tidak bisa dilihat atau difoto oleh para pengunjung dikarenakan barang-barang tersebut hanya akan dikeluarkan saat akan dimandikan dengan mengadakan upacara yang dikenal dengan Budaya Seba. 

Ilustrasi : Tim Hotel di Garut memegang Senjata Khas 'Kerajaan Sunda' yang saat ini agak sulit ditemui terutama kudjang peninggalan zaman dahulu. Bahkan tidak banyak orang Sunda yang mempunyai jenis senjata ini. 
Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.

Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata.


Bagi masyarakat setempat, membuka dan mengeluarkan benda-benda pusaka dari tempatnya bukan pekerjaan sembarangan. Melainkan harus dilakukan pada waktu tertentu, sebagaimana selalu dipraktekkan para leluhurnya. Upacara Seba sendiri mengambil waktu hari Rabu terakhir di bulan Muharam. Atau bulan pertama pada hitungan tahun hijriah. Rangkaian upacara Seba antara lain melakukan pembersihan rumah adat, sebelum hari “H” berlangsung.

Jadi untuk para wisatawan ataupun pengunjung yang ingin melihat langsung Naskah Lontar dan Nipah Sundah Kuno / Buhun, Senjata Kujang / Kudjang yang agak berbeda bentuknya dengan yang kita kenal di logo Siliwangi yang berpasangan, ataupun Tombak dengan ujungnya yang besar. Bisa datang saat akan diadakan Upacara Budaya Seba di Situs Ciburuy Garut.
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Saturday, August 24, 2013