.breadcrumbs{padding:0 5px 5px 0;margin:0 0 5px;font-size:11px;border-bottom:1px dotted #ccc;font-weight:normal}

Paket Offroad di Garut

Untuk para wisatawan yang datang dan menginap di Garut, misalnya di resort terbaik Kampung Sampireun ataupun di Kampung Sumber Alam dan Kamojang Green Resort menginginkan untuk melaksanakan wisata adventure Fun Offroad, bisa langsung menghubungi admin HDG Team.

Paket Paintball di Garut

Salah satu Outbound pilihan yang cukup populer untuk para wisatawan yang masuk ke kota Garut adalah Paket Paintball di Garut, Team Hotel di Garut mempersiapkan berbagai jenis Paket Murah Outbound di Garut.

Arung Jeram di Garut

Anda Hobi Arung Jeram ? Sering Rafting di berbagai Tempat ? Jika anda seorang 'petarung Jeram' berpengalaman, belum layak menyandang gelar 'Tukang Arung Jeram' jika belum mencoba Rafting dan jibaku di Jeram Sungai Cikandang Garut.

Paket Wisata Pantai Santolo

Paket Wisata Pantai Santolo yang merupakan salah satu pantai paling populer dan terkenal di Garut dengan ditemani Garut Tour Guide terbaik dan paling berpengalaman HDG Team Trip Planner sekalian travelling ke beberapa Pantai lainnya seperti Pantai Sayang Heulang yang lokasinya berada cukup dekat dengan pantai Santolo.

Tempat Tujuan Wisata Paling direkomendasikan

Tempat wisata di Kabupaten Garut sangat cocok untuk kita yang ingin menghabiskan masa liburan anda bersama keluarga atau teman-teman. Garut bagian dari tempat wisata yang ada di jawa barat yang indah dan mempesona.

Saturday, 27 September 2014

Kampung Naga Tasikmalaya

Kampung Adat Pulo dan Kampung Dukuh Garut memang berada di kota Garut selain itu di perbatasan Garut dan Tasik ada Kampung Naga, walaupun Kampung Naga berada di Tasikmalaya tapi tidak sedikit wisatawan yang mengambil Paket Wisata Garut memasukkan Kampung Naga sebagai salah satu destinasi tempat Wisata dan City Tour ketika mereka berlibur ke Garut.

Terutama untuk wisatawan yang senang dengan wisata budaya dan sejarah, nuansa alam yang asri dan alami serta kearifan lokal dan adat sunda buhun yang masih dilestarikan dan dijaga dengan baik.  Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. 

Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. 





Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. 

Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. 

Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.

Adapun beberapa versi sejarah yang diceritakan oleh beberapa sumber diantaranya, pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. 

Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. 

Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Namun masyarakat kampung Naga sendiri tidak meyakini kebenaran versi sejarah tersebut, sebab karena adanya "pareumeun obor" tadi.

Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga.









Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.

Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektare setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.

Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam, akan tetapi sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Artinya, walaupun mereka menyatakan memeluk agama Islam, syariat Islam yang mereka jalankan agak berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Bagi masyarakat Kampung Naga dalam menjalankan agamanya sangat patuh pada warisan nenek moyang. Umpanya sembahyang lima waktu: Subuh, Duhur, Asyar, Mahrib, dan salat Isa, hanya dilakukan pada hari Jumat. 

Pada hari-hari lain mereka tidak melaksanakan sembahyang lima waktu. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat. Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji yaitu setiap tanggal 10 Rayagung (Dzulhijjah). Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.

Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun. Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, dan sesuatu yang tidak dilakukan karuhunnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.

Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam ("leuwi"). Kemudian "ririwa" yaitu mahluk halus yang senang mengganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam hari, ada pula yang disebut "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang angker atau sanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang Singaparna, Bumi ageung dan masjid merupakan tempat yang dipandang suci bagi masyarakat Kampung Naga.

Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya.pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.

Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong).

Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.

Di bidang kesenian masyarakat Kampung Naga mempunyai pantangan atau tabu mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian yang lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong. Kesenian beluk kini sudah jarang dilakukan, sedangkan kesenian rengkong sudah tidak dikenal lagi terutama oleh kalangan generasi muda. Namun bagi masyarakat Kampung Naga yang hendak menonton kesenian wayang, pencak silat, dan sebagainya diperbolehkan kesenian tersebut dipertunjukan di luar wilayah Kampung Naga.

Adapu pantangan atau tabu yang lainnya yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Masyarakat kampung Naga dilarang membicarakan soal adat-istiadat dan asal usul kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga sangat menghormati Eyang Sembah Singaparna yang merupakan cikal bakal masyarakat Kampung Naga. Sementara itu, di Tasikmalaya ada sebuah tempat yang bernama Singaparna, Masyarakat Kampung Naga menyebutnya nama tersebut Galunggung, karena kata Singaparna berdekatan dengan Singaparna nama leluhur masyarakat Kampung Naga.

Sistem kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap ruang terwujud pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tertentu pula. Tempat atau daerah yang mempunyai batas dengan kategori yang berbeda seperti batas sungai, batas antara pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, tempat antara pesawahan dengan selokan, tempat air mulai masuk atau disebut dengan huluwotan, tempat-tempat lereng bukit, tempat antara perkampungan dengan hutan, dan sebagainya, merupakan tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu. Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut didiami mahluk-mahluk halus dan dianggap angker atau sanget. Itulah sebabnya di daerah itu masyarakat Kampung Naga suka menyimpan "sasajen" (sesaji).

Kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap waktu terwujud pada kepercayaan mereka akan apa yang disebut palintangan. Pada saat-saat tertentu ada bulan atau waktu yang dianggap buruk, pantangan atau tabu untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang amat penting seperti membangun rumah, perkawinan, hitanan, dan upacara adat. Waktu yang dianggap tabu tersebut disebut larangan bulan. Larangan bulan jatuhnya pada bulan sapar dan bulan Rhamadhan. Pada bulan-bulan tersebut dilarang atau tabu mengadakan upacara karena hal itu bertepatan dengan upacara menyepi. Selain itu perhitungan menentukan hari baik didasarkan pada hari-hari naas yang ada dalam setiap bulannya, seperti yang tercantum dibawah ini:
  •     Muharam (Muharram) hari Sabtu-Minggu tanggal 11,14
  •     Sapar (Safar) hari Sabtu-Minggu tanggal 1,20
  •     Maulud hari (Rabiul Tsani)Sabtu-Minggu tanggal 1,15
  •     Silih Mulud (Rabi'ul Tsani) hari Senin-Selasa tanggal 10,14
  •     Jumalid Awal (Jumadil Awwal)hari Senin-Selasa tanggal 10,20
  •     Jumalid Akhir (Jumadil Tsani)hari Senin-Selasa tanggal 10,14
  •     Rajab hari (Rajab) Rabu-Kamis tanggal 12,13
  •     Rewah hari (Sya'ban) Rabu-Kamis tanggal 19,20
  •     Puasa/Ramadhan (Ramadhan)hari Rabu-Kamis tanggal 9,11
  •     Syawal (Syawal) hari Jumat tanggal 10,11
  •     Hapit (Dzulqaidah) hari Jumat tanggal 2,12
  •     Rayagung (Dzulhijjah) hari Jumat tanggal 6,20

Pada hari-hari dan tanggal-tanggal tersebut tabu menyelenggarakan pesta atau upacara-upacara perkawinan, atau khitanan. Upacara perkawinan boleh dilaksanakan bertepatan dengan hari-hari dilaksanakannya upacara menyepi. 

Selain perhitungan untuk menentukan hari baik untuk memulai suatu pekerjaan seperti upacara perkawinan, khitanan, mendirikan rumah, dan lain-lain, didasarkan pada hari-hari naas yang terdapat pada setiap bulannya.

Kampung Naga Tasikmalaya dijadikan target kunjungan terutama oleh tamu mancanegara yang datang ke Garut, selain Candi Cangkuang dan Kawah Gunung Papandayan tempat ini merupakan salah satu tujuan yang cukup populer untuk wisatawan luar negeri.
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Saturday, September 27, 2014

Monday, 22 September 2014

Paket Arung Jeram / Rafting Di Garut

Banyak para Wisatawan selain menginap dan berlibur mereka ingin mendapatkan info mengenai Paket Murah Outbound di Garut atau mencari informasi Paket Hemat Rafting di Garut dan Paket Murah Arung Jeram di Garut, untuk mendapatkan informasi mengenai Wisata di Garut jenis apapun anda bisa mengunjungi website www.hoteldigarut,net agar rencana liburan anda bisa disiapkan dengan lebih matang.

Pengalaman mengantar rombongan tamu dari Pupuk Kaltim Jakarta. Perjalanan wisata dimulai dari menjemput rombongan tamu Pupuk Kaltim Jakarta, jam 11 siang tour leader sudah standby menunggu di alun-alun tarogong seperti yang sudah dijanjikan. Setelah tour leader bertemu dengan rombongan Pupuk Kaltim, tim segera menuju ke tempat rafting di daerah padarek - Bayongbong Garut.







Tempat Start untuk rafting dimulai di padarek dan finish di kawasan Cimanuk. Setibanya di Padarek, tim menuruni jalan untuk menuju sungai dan memulai rafting. Sebelum memulai rafting, semua memakai peralatan rafting dan instruktur menginstruksikan tata cara rafting yang benar. Dan raftingpun dimulai, rombongan dibagi ke dalam 5 tim.
Raftingpun dimulai dan tim mengarungi sepanjang aliran sungai sampai tiba di tempat finish di cimanuk. Setelah asyik ber-rafting ria, rombongan disuguhkan dengan hidangan makan siang di tempat makan terdekat dari titik finish rafting. 





Makan siang selesai, dan rombongan siap-siap bergerak untuk check in di penginapan. Penginapan yang dipilihkan untuk rombongan pupuk kaltim jakarta di desa wisata Saung Ciburial kamojang. Tour leader dan rombongan sampai di Saung Ciburial pada sore hari dan mempersilahkan para tamu untuk beristirahat.

Perjalanan wisata untuk rombongan tamu pupuk kaltim jakarta semakin menyenangkan karena di hari kedua ini tour leader mengajak rombongan untuk mengelilingi tempat wisata di kota Garut. Destinasi wisata pertama, tim mengunjungi sentra kulit khas Garut di Sukaregang. Rombongan asyik berbelanja barang-barang yang terbuat dari kulit yang jadi salah satu oleh-oleh khas dari Garut.































Setelah selesai berbelanja di sentra kulit sukaregang, rombongan menuju destinasi wisata lainnya, tempat selanjutnya yang jadi target untuk dikunjungi adalah sentra oleh-oleh batik dan makanan khas Garut.
Hasrat berbelanja oleh-oleh khas Garut sudah terpenuhi dan akhirnya kita sampai ke destinasi terakhir wisata di kota Garut. Tempat terakhir yang dipilih adalah Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang. Tour leader dan rombongan tamu tiba di Situ Cangkuang pada siang hari dan langsung siap-siap menaiki rakit untuk menuju candi cangkuang yang berada di pulau di tengah-tengah situ cangkuang.


























Sampai di situs candi cangkuang, banyak dari tamu berfoto di depan candi dan ada yang masuk ke museum untuk melihat peninggalan-peninggalan dan mengetahui sejarah dari petugas yang ada disana. Selesai dengan Candi Cangkuang, akhirnya tour leader dan rombongan tamu berpisah dan tamu kembali menuju ke Jakarta.

Paket Wisata Arung Jeram Garut menginap di Desa Wisata Saung Ciburial 
Jumlah Peserta 20 Orang
Rp 775,000/ Orang Sudah Termasuk :
  • Akomodasi 2 Bungalow 4 Kamar di Saung Ciburial ( Total 8 Kamar )
  • Extra Bed
  • 1x Makan Siang di Saung Ciburial hari pertama
  • 1x Makan Siang setelah Rafting ( Nasi Box )
  • 1x Makan Pagi di Saung Ciburial
  • 1x Makan Malam di Saung Ciburial
  • Snack Traditional 1x
  • Full Rafting ( 12 km 3 jam )
  • Air Mineral
  • Music Electone 1 Artis
  • Wisata Sentra Oleh- oleh Garut
  • Tour Leader
Paket Hemat Rafting di Garut
Harga : Rp. 250.000,- / Pax
Peserta Minimal 30 Orang

Paket Murah Arung Jeram di Garut
Harga : Rp. 275.000,- / Pax
Peserta Minimal 18 Orang

Paket Rafting di Garut
Harga : Rp. 300.000,- / Pax
Peserta Minimal 6 Orang

Fasilitas:
  • Arung Jeram 3 Jam
  • Instruktur/Guide Profesional & Berpengalaman
  • Tim Rescue Profesional & Berpengalaman
  • Makan Siang
  • Transportasi Lokal
  • Safety Prosedure All in.
  • Asuransi Kecelakaan. 
Untuk para wisatawan yang menginap di Hotel manapun bisa melaksanakan Outbound di Garut dengan didampingi oleh tim HDG baik untuk Fun Games, Team Building, Paintball, Rafting, River Tubbing, City Tour dan Wisata Adventure.
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Monday, September 22, 2014