Hiking ke Hutan Mati Gunung Papandayan

Hutan Mati Gunung Papandayan Garut merupakan salah satu tempat yang mempunyai pemandangan diatas biasa, serasa bukan di Garut karena suasana yang dirasakan HdG Team Crew saat melaksanakan Hiking ke Hutan Mati Gunung Papandayan dan beberapa tempat lainnya seperti Camp David, Pondok Saladah, Tegal Alun dan sekitarnya. Memang selain Kawah Gunung Papandayan ada beberapa spot yang mempunyai pemandangan luar biasa sehingga tempat ini dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata paling keren versi CV Hotel di Garut



Beberapa waktu yang lalu di Bulan September 2015, HdG Team Trip Planner & Tour Organizer mendampingi beberapa rombongan yang jalan-jalan ke Hutan Mati Gunung Papandayan diantaranya Cross Country Bank Indonesia Medan menginap di Bukit Alamanda, Gathering Bank Bukopin menginap di Sari Papandayan Resort, Gathering P.T Harapan Trans menginap di Kampung Sampireun dan beberapa perusahaan lainnya yang melaksanakan Outing di Garut.



Hutan Mati atau Dead Forest terdapat di lokasi gunung Papandayan, Kabupaten Garut, tepatnya diatas kawah Papandayan atau di samping camping ground Pondok Saladah. Panorama alam di hutan mati gunung Papandayan sekilas tampak angker serta menyeramkan, tetapi tak jika anda datang kesana 'ada pengembaraan rasa' yang luar biasa dan saat foto selfie ataupun berfoto bersama akan didapatkan gambar yang diatas rata-rata kalau dilihat dari sisi keindahan pemandangan, apalagi jika photographer handal yang 'shot'.

Deratan pohon-pohon cantigi yang hangus terbakar disebabkan erupsi gunung Papandayan, bikin panorama hutan mati jadi panorama yang mengagumkan. Kayu-kayu di hutan ini berwarna hitam, serta menaikkan kekhasan taman wisata alam (TWA) gunung Papandayan Garut.

Hutan mati senantiasa jadi maksud wisatawan serta pendaki gunung yang datang ke Papandayan. Umumnya wisawatan bermalam semalam di Pondok Saladah, lantas pagi harinya menggunakan saat mereka berfoto ria di hutan mati.




Akhir-akhir ini, mendaki gunung seolah jadi kesibukan favorite. Di inspirasi dari Soe Hok Gie yang semasa hidupnya kerap menggunakan saat di gunung, nampaklah beberapa orang yang mau lakukan hal yang sama. Tetapi bagaimanakah dengan pendaki pemula? Untuk dapat rasakan situasi gunung, pendaki tak mesti segera mendaki Semeru maupun Rinjani. Pendaki pemula dapat mengawalinya di salah satu gunung dengan trek cukup gampang yang ada di Jawa Barat.

Gunung Papandayan adalah satu yang paling baik di Kabupaten Garut. Pesona Edelweis serta hutan mati yang demikian memikat dapat menarik beberapa wisatawan untuk berkunjung ke gunung yang pernah meletus di th. 1772 ini. Berdasar sebagian pendaki, trek Papandayan termasuk cukuplah gampang serta pendek, hingga sangatlah bersahabat untuk pendaki pemula serta keluarga yang mengajak anak-anak. Ada dua jalur pendakian untuk hingga ke Papandayan yaitu Cisurupan serta Pengalengan.




Jalur Cisurupan adalah yang termudah karena treknya yang aman serta bersahabat bahkan juga untuk pendaki pemula sekali juga. Untuk meraih basecamp, pengunjung mesti hingga di gerbang pendakian terlebih dulu lantas meneruskan perjalanan menuju basecamp, dapat dengan menyewa ojek dengan tarif sekitar Rp 25. 000-Rp 30. 000. Sesampainya di basecamp, pengunjung mesti lakukan registrasi.

Di trek awal, pendaki bakal disajikan jalanan bebatuan dengan trek yang cukup menanjak. Untuk yang belum punya kebiasaan mungkin saja bakal rasakan lututnya kesakitan. Di areal ini bau belerang merasa menyengat. Ada 14 kawah yang dipunyai Papandayan. Tetapi tak seluruhnya kawah berasap putih, ada pula kawah yang keluarkan asap berwarna kekuningan. Setelah itu pengunjung bakal masuk hutan. Di sini situasi merasa tambah lebih sejuk lantaran banyak pohon-pohon. Umumnya titik ini jadikan juga sebagai tempat berfoto ria dengan background kawah.

Sesampainya di pintu Lawang Angin, pendaki bakal temukan tiga jalur. Jalur samping kiri menuju Camping Ground Pondok Saladah, jalur samping kanan menuju Tegal Alun, sesaat jalur lurus menuju Pengalengan. Di Pondok Saladah, beberapa pendaki dapat kemping terlebih dulu saat sebelum menuju puncak. Di sini pendaki dapat memperoleh air dengan gampang lantaran debet airnya yang cukup besar.


Membangun tenda, menyantap makanan hangat di dalam hawa dingin pegunungan serta minum cokelat panas jadi satu kesenangan yang dapat menyingkirkan rasa capek. Sambil beristirahat, pendaki dapat nikmati pemandangan indah Edelweis yang demikian banyak yang berpadu dengan hutan. Coba mengarahkan pandangan anda menuju timur. Di sana anda bakal temukan hutan mati yaitu jejeran pohon kering yang terserang erupsi. Situasi hutan mati berkabut dengan pohon-pohon yang menghitam serta tanah kapur berwarna putih. Walau berkesan mistis, panorama hutan mati terus indah.

Sesudah senang berkemah di Pondok Saladah, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Tegal Alun. Untuk hingga ke Tegal Alun, pendaki mesti menyusuri hutan mati. Dapat disebutkan Tegal Alun adalah rimbanya Edelweis serta adalah padang Edelweis paling luas di Indonesia. Keindahan padang ini senantiasa jadikan latar berfoto. Namun ingat, Edelweis adalah tanaman yang dilindungi. Oleh karenanya, pendaki dilarang menuai bunganya. Pendaki juga dilarang berkemah di padang ini lantaran dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem Edelweis. Padang Edelweis ini adalah primadona Papandayan. Diatas puncak ini, pendaki dapat melihat pesona keindahan matahari terbit serta tenggelam.

Walau trek Papandayan terbilang bersahabat dengan pendaki pemula, kepentingan logistik terus mesti komplit. Pakailah baju yang nyaman supaya anda lebih bebas bergerak, pakai sepatu spesial trekking dengan cengkeraman kuat supaya tak terpeleset. Pendaki tak bisa kenakan sandal, walau sandal gunung. Janganlah lupa membawa topi supaya kepala anda tak kepanasan, handuk maupun masker membuat perlindungan hidung dari bau belerang, senter, serta obat-obatan. Oh ya, mantel serta payung kecil juga butuh dibawa. Dua peralatan ini dapat membuat perlindungan anda di waktu cuaca mendadak lebih buruk. Yang tidak kalah utama pasti kesiapan fisik serta mental.

Bila anda datang dari luar Garut, anda dapat mengawali perjalanan dari Kota Jakarta dengan menaiki bus jurusan Jakarta-Garut yang ada di terminal Kampung Rambutan. Setibanya di Terminal Guntur di Garut, perjalanan dapat dilanjutkan dengan memakai mini bus jurusan Cikajang dengan biaya Rp 5000, lantas anda turun di Cisurupan. Kemudian, anda meneruskan perjalanan dengan menyewa ojek untuk hingga di start awal pendakian Gunung Papandayan. Tentang tarif ojek, anda dapat menawar harga apabila membawa rombongan, seperti Rp 300. 000 untuk sepuluh orang. 

Paket Wisata Sunrise Papandayan Garut, one day trip melakukan pendakian dan jalan-jalan ke tempat wisata di Garut yang menarik sekitar kawah papandayan dan menginap berkemah di area bawah seperti Camp David masih bisa dilaksanakan dengan pendampingan dari Trip Planner paling berpengalaman dan terpercaya di kabupaten Garut, HDG Team setelah beberapa waktu yang lalu Gunung Papandayan terbakar

Saat ini Gunung Papandayan Garut ditutup kurang lebih selama enam bulan untuk aktivitas pendakian dan perkemahan terutama di wilayah tegal alun dan beberapa titik yang terbakar untuk memberikan waktu kepada alam mengembalikan ekosistemnya yang rusak. Akan tetapi jika sekadar melaksanakan perjalanan wisata, ataupun berniat berkemah di Camp David atau Hutan Nengklak atau menginginkan data Bumi Perkemahan di Garut bisa langsung menghubungi admin www.hoteldigarut.net atau www.hdgteam.com untuk koordinasi dan informasi situasi update terbaru di lapangan.

No comments :

Post a Comment