.breadcrumbs{padding:0 5px 5px 0;margin:0 0 5px;font-size:11px;border-bottom:1px dotted #ccc;font-weight:normal}


"Dimanapun tempat anda menginap, kemanapun Destinasi Wisata anda di kota Garut, pastikan HDG Team yang mendampingi liburan anda!"
Untuk Paket Wisata Garut : Itinerary & Detail Info Kami Sampaikan setelah Deal Harga dan ada Deposit!
www.hoteldigarut.net. Powered by Blogger.

Monday, 4 January 2016

Sejarah Kabupaten Garut

Garut adalah tempat kelahiran saya, dimana kabupaten ini dikelilingi beberapa Gunung seperti Haruman, Gunung Guntur, Gunung Papandayan dan Cikuray. Dengan suasana alam yang cukup indah dan cuaca yang dingin saat ini kota Dodol tersebut menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan yang ingin berlibur dari beberapa kota di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Bogor, Cirebon, Jakarta, Banten bahkan beberapa kota lainnya di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera serta Lampung, rela untuk menempuh perjalanan jauh untuk melihat Kabupaten Garut.  


Kabupaten Garut terbentuk disebabkan pembubaran Kabupaten Limbangan th. 1811 oleh Daendles. Pembubaran itu, lantaran produksi kopi Kabupaten Limbangan alami penurunan hingga 0 persen, disebabkan bupatinya menampik untuk menanam nila (indigo).

Tanggal 16 Februari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang dijabat oleh Raffles (Inggris) keluarkan Surat Ketentuan perihal pembentukan kembali Kabupaten Limbangan dengan ibu kota di Suci, namun sebagi Kota Kabupaten, Suci dinilai tak penuhi prasyarat, lantaran wilayahnya sempit.

Pada th. 1813, Bupati Limbangan yakni Adipati Adiwijaya (1813 - 1831) membuat panitia untuk mencari tempat yang pas untuk Ibu Kota Kabupaten. Pada akhirnya panitia temukan tempat ke arah Barat Suci, seputar 5 Km. Terkecuali tanahnya subur, tempat itu mempunyai sumber mata air serta sungai yakni ; Cimanuk dengan panorama yang indah dikelilingi gunung, seperti : Gunung Cikuray, Papandayan, Guntur, Galunggung, Talaga Bodas serta Gunung Karacak.

Ketika ada situ keci l yang tertutup semak belukar berduri (Marantha), serta seseorang panitia " kakarut " atau tergores tangannya hingga berdarah. Dalam rombongan panitia, ikut juga seseorang Eropa yang turut mengatur atau " ngabaladah " tempat itu. Demikian lihat tangan salah seseorang panitia itu berdarah, segera ajukan pertanyaan : " Kenapa berdarah? " Orang yang tergores menjawab, tangannya " kakarut ".

Orang Eropa atau Belanda itu menirukan kata kakarut dengan lidah yg tidak fasih hingga sebutannya jadi " gagarut ". Mulai sejak sa at ini, beberapa pekerja dalam rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan " Ki Garut " serta situnya dimaksud " Ci Garut ". Dengan diketemukannya Ci Garut, daerah seputar ini di kenal dengan nama Garut. Cetusan nama Garut itu disetujui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk jadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan.

Pada tanggal 15 September 1813 dikerjakan peletakkan batu pertama pembangunan fasilitas serta prasarana ibukota, seperti rumah, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, serta alun- alun. Di depan pendopo, pada alun-alun dengan pendopo ada " Babancong " tempat Bupati beserta petinggi pemerintahan yang lain mengemukakan pidato di depan umum.

Pada akhirnya Ibukota limbangan geser ke Garut seputar th. 1821. Dengan Surat Ketentuan Gubernur Jenderal No : 60 tertanggal 7 Mei 1913, nama Kabupaten Limbangan ditukar jadi Kabupaten Garut serta beribu kota Garut pada tanggal 1 Juli 1913. Bupati yang menjabat yaitu RAA Wiratanudatar (1871 - 1915). Kota Garut mencakup tiga desa, yakni Desa Kota Kulon, Desa Kota Wetan, serta Desa Margawati dan Kabupaten Garut terbagi dalam Distrik Garut, Bayongbong, Cibatu, Tarogong, Leles, Balubur Limbangan, Cikajang, Bungbulang serta Pameungpeuk.

Pada th. 1915 RAA Wiratanudatar ditukar oleh Adipati Suria Ka rta Legawa (1915- 1929) serta tanggal 14 Agustus 1925, Gubernur Jenderal mengambil keputusan Kabupaten Garut disahkan jadi daerah pemerintahan yang berdiri dengan sendiri (otonom). Pada th. 1929 Adipati Suria Karta Legawa ditukar oleh Adipati Moh. Musa Suria Kartalegawa (1930 - 1942).

Pola orang-orang yang heterogen juga sebagai disebabkan arus urbanisasi, ada Keanekaragaman orang-orang serta perkembangan Kota Garut, jadi awal era ke- 20 dikerjakan usaha - usaha perkebunan serta tempat wisata di daerah Garut. Dengan di kembangkan Garut juga sebagai kota wisata, jadi Pembukaan perkebunan- perkebunan
itu diikuti juga dengan pembangunan hotel-hotel pada Th. 1917.

Diluar Kota Garut juga di bangun Hotel Ngamplang di Cilawu, Hotel Cisurupan di Cisurupan, Hotel Melayu di Tarogong, Hotel Bagendit di Banyuresmi, Hotel Kamojang di Samarang serta Hotel Cilauteureun di Pameungpeuk. Berita perihal Indahnya Kota Garut menyebar ke semua dunia, yang jadikan Kota Garut juga sebagai tempat pariwisata Garut.

Apakah anda sudah pernah ke Garut? Jika belum dan ingin mengetahui Tempat Wisata di Garut rekomendasi HdG Team bisa langsung menghubungi admin web ini atau beberapa blog lainnya afiliasi dari HdG Team untuk mengetahui lebih mendalam dan detail data awal atau survei langsung ke Kabupaten Garut dan melihat langsung beberapa lokasi rekreasi yang menarik.
Description: Sejarah Kabupaten Garut Rating: 5 Reviewer: Wisata Garut ItemReviewed: Sejarah Kabupaten Garut


Reaksi:
Posted by: HDG Team Trip Planner Tour Organizer
Garut Updated at: Monday, January 04, 2016

0 komentar:

Post a Comment